BOGORTODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mampu melampaui level 5 persen. Pemerintah, kata dia, tengah menggerakkan perekonomian dari tingkat akar rumput sebagai fondasi penguatan kinerja nasional.
Optimisme tersebut salah satunya tercermin dari arus investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) yang menunjukkan tren positif. Pada tahun lalu, Indonesia mencatat realisasi FDI sebesar US$53 miliar.
Angka ini dinilai sebagai bukti nyata kepercayaan investor asing terhadap potensi ekonomi nasional, stabilitas politik, serta arah kebijakan pemerintah.
Sinyal Positif dari Investasi Asing
Dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026), Prabowo menegaskan bahwa ekonomi Indonesia saat ini tumbuh stabil di kisaran 5 persen.
“Ekonomi kami tumbuh stabil di angka 5 persen lebih. Kami akan terus menjaga lintasan ini, dan secara pribadi saya yakin pertumbuhan kami akan jauh lebih tinggi tahun ini. Indikator nyata sudah mulai terlihat, kami menggerakkan ekonomi dari tingkat akar rumput,” ujar Prabowo.
Menurutnya, penguatan ekonomi dari level bawah akan menciptakan daya tahan yang lebih kokoh terhadap gejolak global.
Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan
Prabowo menekankan bahwa strategi ekonomi pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memastikan keberlanjutan dalam jangka panjang.
Salah satu fokus utama adalah pengelolaan sumber daya alam secara sehat dan terkendali. Pemerintah berupaya memastikan pemanfaatan kekayaan alam dilakukan secara bertanggung jawab, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat.
“Strategi ekonomi kami sangat terfokus. Pertama, kami ingin memiliki kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan. Namun, kami perlu mengendalikan ekonomi dalam arti mengontrol penggunaan sumber daya alam kami secara sehat,” jelasnya.
Tantangan Struktural dan Tata Kelola
Meski optimistis, Prabowo mengakui masih terdapat sejumlah kelemahan struktural yang perlu dibenahi, termasuk persoalan tata kelola, korupsi, dan lemahnya kinerja institusi.
Ia menyoroti praktik penyelundupan dan kegiatan ekonomi ilegal, mulai dari pertambangan ilegal, penangkapan ikan ilegal, hingga korporasi yang mengelola perkebunan di kawasan hutan lindung. Menurutnya, praktik-praktik tersebut telah lama menjadi masalah dan harus dihadapi secara tegas.
“Saya tidak ingin menyerahkan kedaulatan pemerintah Indonesia kepada kartel-kartel ilegal yang terus menyebabkan hilangnya pendapatan negara yang seharusnya menjadi hak pemerintah dan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Prabowo, telah menghitung besarnya kerugian akibat tata kelola yang lemah dan salah urus ekonomi. Angkanya disebut sangat besar dan menjadi alasan kuat perlunya pembenahan struktural secara menyeluruh.
Dorongan Reformasi untuk Pertumbuhan Lebih Tinggi
Pembenahan tata kelola dan pemberantasan praktik ilegal dinilai sebagai bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Dengan kombinasi arus investasi yang kuat, pengelolaan sumber daya alam yang bijak, serta reformasi struktural, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih pesat dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami menghitung kerugian akibat tata kelola yang lemah dan salah urus ekonomi ini sangatlah besar,” pungkas Prabowo.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















