Umi Pipik Bagikan Cerita Ramadan: Tarawih di Rumah dan Masak Langsung untuk Anak

Umi Pipik
Umi Pipik Bagikan Cerita Ramadan: Tarawih di Rumah dan Masak Langsung untuk Anak. (Foto: iNTAGRAM @_ummi_pipik

BOGORTODAY.COM – Artis sekaligus pendakwah, Umi Pipik, membagikan kisah tentang ibadah dan kebiasaan keluarganya selama bulan Ramadan. Menurutnya, keluarga Umi Pipik tidak memiliki tradisi khusus yang selalu dilakukan setiap Ramadan.

“Tradisi khususnya gak ada sih, paling tarawihnya sih kalau saya gak di masjid ya, paling gitu aja,” ujar Umi Pipik di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.

Tarawih di Rumah, Waktu Berkualitas Bersama Anak

Padatnya suasana masjid selama Ramadan membuat Umi Pipik lebih memilih menjalankan sholat tarawih di rumah bersama anak-anak.

Selain lebih nyaman, momen tersebut menjadi kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak, yang jarang didapat pada hari biasa.

BACA JUGA :  7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menghambat Kemandirian Anak

Menu Buka Puasa yang Sederhana

Soal menu buka puasa, Umi Pipik mengatakan anak-anaknya cenderung sederhana dan tidak terlalu menyukai makanan pedas, mengikuti selera almarhum suaminya, Uje. “Kalau anak-anak kan memang dia sama kayak Uje, gak bisa pedas. Jadi ya udah bikinnya yang manis-manis aja. Anak-anak saya kan simpel orangnya,” tuturnya.

Turun Langsung ke Dapur

Meski memiliki kesibukan sebagai public figure dan pendakwah, Umi Pipik mengaku tetap turun tangan langsung ke dapur untuk menyiapkan hidangan sahur dan berbuka. “Iya… selalu (turun tangan langsung di dapur), selalu. Sahur sama buka tuh pasti,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sekda Ajat Tinjau Langsung Pemotongan Hewan Kurban di RPH Cibinong

Ia menambahkan bahwa alasan turun langsung bukan hanya agar anak-anak mau makan, tetapi juga memastikan menu sesuai selera mereka. “Kadang tuh harus sesuai seleranya dia. Kalau kita masak sesuai seleranya kita, kadang anaknya kagak makan gitu. Jadi harus tanya dulu, ‘Ini maunya apa? Maunya apa?’ Jadi bikin dikit-dikit, tapi kemakan semua gitu,” tambah Umi Pipik.

Kisah Umi Pipik ini menunjukkan bagaimana tradisi sederhana dan perhatian pada selera anak dapat membuat momen Ramadan di rumah menjadi lebih hangat dan bermakna bagi keluarga.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================