
BOGORTODAY.COM – BPJS Kesehatan Cabang Bogor tengah melakukan pemutakhiran data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara intensif. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi bantuan iuran pemerintah tepat sasaran bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Bogor, Silvia Oktaviani, memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 27.000 jiwa di Kota Bogor yang dinonaktifkan dari skema APBN maupun APBD.
“Angka ini tercatat lebih kecil dibandingkan wilayah tetangga seperti Cibinong yang mencapai 15.000 jiwa untuk kategori tertentu karena faktor jumlah populasi,” ujarnya, pada Jumat (20/2/2026).
Parameter Penonaktifan dan Akurasi Data
Menurut Silvia, penonaktifan tersebut didasarkan pada proses pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Silvia menjelaskan bahwa prioritas status aktif diberikan kepada peserta yang berada pada Desil 1 hingga 5. Sementara itu, penonaktifan menyasar peserta pada Desil 6 hingga 10.
“Penonaktifan didasarkan pada asumsi kemampuan ekonomi yang dinilai dari berbagai sumber data terintegrasi, mulai dari data ketenagakerjaan, perindustrian, Dukcapil, hingga statistik. Selain faktor ekonomi, penyebab lainnya adalah temuan data ganda serta data kependudukan yang belum valid,” jelas Silvia.
Progres Reaktivasi Capai 40 Persen
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















