Kenali Low Porosity Hair dan High Porosity Hair Sebelum Beli Produk Perawatan

BOGORTODAY.COM – Belanja produk perawatan rambut sebaiknya tidak hanya berdasarkan merek atau tren. Kamu juga perlu memahami porositas rambut, yakni kemampuan rambut menyerap dan mempertahankan kelembapan.

Porositas berkaitan dengan kondisi kutikula rambut, yaitu lapisan terluar yang keras dan berfungsi melindungi batang rambut.

Struktur kutikula tersusun saling tumpang tindih, mirip seperti atap rumah. Dari kondisi inilah ditentukan apakah rambut termasuk low porosity hair atau high porosity hair.

Apa Itu Low Porosity Hair?

Low porosity hair atau rambut dengan porositas rendah memiliki kutikula yang rapat. Kondisi ini membuat air dan produk perawatan sulit menembus batang rambut.

Namun, ada kelebihannya. Setelah kelembapan berhasil masuk, rambut jenis ini mampu menahannya dengan baik.

Ciri-ciri low porosity hair:

  • Produk rambut cenderung menempel di permukaan dan sulit terserap.
  • Air sulit meresap saat keramas.
  • Rambut membutuhkan waktu lama untuk kering secara alami.
BACA JUGA :  Uban Muncul di Usia Muda? Ini Berbagai Faktor yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Rambut porositas rendah umumnya bersifat genetik atau diturunkan dalam keluarga.

Cara merawatnya:

  • Gunakan kondisioner bebas protein untuk mencegah penumpukan produk.
  • Encerkan kondisioner sebelum diaplikasikan agar lebih mudah menyerap.
  • Pilih produk dengan kandungan gliserin atau madu.
  • Hindari produk berbasis minyak berat karena sulit menembus kutikula yang rapat.

Apa Itu High Porosity Hair?

Melansir dari Marie Claire, high porosity hair adalah kondisi ketika kutikula rambut lebih renggang atau terbuka. Rambut mudah menyerap air dan produk, tetapi juga cepat kehilangan kelembapan.

Akibatnya, rambut cenderung cepat kering, kusut, dan mudah rapuh. Berbeda dengan porositas rendah, porositas tinggi biasanya terjadi akibat kerusakan kumulatif, seperti penggunaan alat panas, pewarnaan, atau paparan bahan kimia berlebihan.

Ciri-ciri high porosity hair:

  • Air dan produk pelembap cepat terserap.
  • Rambut mudah patah.
  • Rambut cepat kering dan mudah mengembang (frizzy).
  • Cepat kering secara alami setelah dicuci.
BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

Cara merawatnya:

  • Gunakan produk dengan kandungan pelembap intensif.
  • Aplikasikan kondisioner tanpa bilas (leave-in conditioner) untuk menjaga kelembapan.
  • Selalu gunakan pelindung panas sebelum memakai alat styling.

Cara Mengetahui Jenis Porositas Rambut

Melansir dari Healthline, ada cara sederhana untuk mengetahui jenis porositas rambut di rumah:

  1. Keramas dan bilas rambut hingga bersih dari sisa produk.
  2. Isi gelas dengan air.
  3. Setelah rambut kering, ambil sehelai rambut dan masukkan ke dalam air.
  4. Amati reaksinya.
  • Jika rambut mengapung lalu perlahan tenggelam, kemungkinan kamu memiliki porositas rendah.
  • Jika rambut langsung tenggelam, kemungkinan porositasnya tinggi.

Memahami porositas rambut membantu kamu memilih produk yang tepat dan menghindari kesalahan perawatan.

Dengan perawatan yang sesuai, rambut akan tampak lebih sehat, lembut, dan mudah diatur.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================