
Selain daging, Pemprov DKI juga memberi perhatian pada komoditas lain yang kerap memicu inflasi, yakni cabai dan beras.
“Faktor inflasi di Jakarta yang utama adalah menyambut Idul Fitri dan Ramadan. Biasanya daging, cabai, dan beras. Mudah-mudahan tiga yang utama ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan,” jelasnya.
Pramono juga membuka peluang untuk melakukan pemesanan ulang (repeat order) apabila kebutuhan daging masih tinggi.
Stok Aman, Siapkan Strategi Jangka Menengah
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya menyampaikan stok daging saat ini mencapai sekitar 1.000 ton. Selain itu, terdapat 1.500 ekor sapi di kandang yang telah disiapkan untuk kebutuhan Ramadan.
Ke depan, Pemprov DKI juga berencana menyiapkan lahan pengelolaan rumput dan penggemukan sapi di Ciangir sebagai strategi jangka menengah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pasokan daging Jakarta melalui pengelolaan langsung oleh Dharma Jaya.
“Kalau memang bisa, saya yakin kebutuhan Jakarta akan bisa dikelola secara langsung oleh Dharma Jaya karena infrastrukturnya sudah ada,” tuturnya.
Dengan tambahan impor dan strategi penguatan produksi lokal, Pemprov DKI optimistis harga daging tetap stabil sehingga daya beli masyarakat terjaga selama Ramadan dan Idul Fitri.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















