
“Galaxy AI bertindak sebagai pengatur, menggabungkan berbagai bentuk kecerdasan buatan (AI) menjadi pengalaman yang alami dan terpadu,” ujar Choi dalam pernyataan resmi.
Ia menambahkan bahwa perluasan Galaxy AI bertujuan memberi pengguna lebih banyak pilihan dan fleksibilitas dalam menyelesaikan tugas sehari-hari.
Bagian dari Kemitraan Lebih Luas
Samsung sebenarnya telah mengumumkan kemitraan dengan Perplexity sejak tahun lalu, dengan rencana mengintegrasikan mesin pencari AI tersebut ke berbagai produk, termasuk televisi pintar Samsung. Penyematan di lini smartphone flagship seperti Galaxy S26 menandai perluasan strategi AI lintas perangkat perusahaan.
Langkah ini memperlihatkan ambisi Samsung untuk membangun ekosistem AI yang terhubung di berbagai kategori produk, dari ponsel hingga perangkat rumah tangga.
Di Tengah Kontroversi Hak Cipta
Di sisi lain, ekspansi Perplexity juga terjadi di tengah sorotan terkait dugaan pelanggaran hak cipta. Perusahaan tersebut sempat mendapat kritik atas tuduhan penggunaan konten tanpa izin dan digugat pada September oleh Merriam-Webster dan Encyclopedia Britannica.
Dengan rencana integrasi ini, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Samsung akan memposisikan Perplexity dalam pengalaman Galaxy AI serta detail fitur yang kemungkinan akan diungkap lebih lanjut dalam waktu dekat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















