
Jaksa penuntut mengklaim bahwa ketiganya bermaksud menyerahkan rahasia dagang tersebut kepada pihak ketiga. Namun, dalam dakwaan tidak dijelaskan secara rinci apakah informasi tersebut benar-benar telah diteruskan atau dimanfaatkan oleh pihak lain.
Sistem Keamanan Internal Deteksi Aktivitas Mencurigakan
Menurut dokumen dakwaan, sistem keamanan internal Google mendeteksi aktivitas pengunduhan berkas oleh kedua saudari tersebut. Informasi ini kemudian dilaporkan kepada Biro Investigasi Federal (FBI) untuk ditindaklanjuti.
Juru bicara Google, José Castañeda, menyatakan perusahaan telah memperketat sistem pengamanan data setelah insiden tersebut terungkap.
“Kami telah memperkuat langkah-langkah pengamanan untuk melindungi informasi rahasia kami dan segera memberitahukan pihak berwenang setelah menemukan insiden ini,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg.
Ia menambahkan bahwa dakwaan yang diajukan menjadi langkah penting dalam proses pertanggungjawaban hukum.
“Indictments hari ini merupakan langkah penting menuju pertanggungjawaban, dan kami akan terus bekerja untuk memastikan rahasia dagang kami tetap aman,” tambahnya.
Sementara itu, pengacara yang mewakili para terdakwa dari kantor pembela umum belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar.
Sorotan pada Keamanan Teknologi Strategis
Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan prosesor Tensor, komponen penting dalam lini ponsel Pixel yang menjadi bagian dari strategi pengembangan perangkat keras Google.
Proses hukum masih berlangsung, dan ketiganya akan menghadapi persidangan untuk menentukan apakah tuduhan pencurian rahasia dagang tersebut dapat dibuktikan di pengadilan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















