
BOGORTODAY.COM – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, para pengrajin gula aren di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kebanjiran pesanan.
Permintaan yang meningkat tajam ini membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dibina desa tersebut.
Gula aren yang diolah dari nira pohon aren menjadi salah satu bahan utama dalam pembuatan aneka takjil dan minuman berbuka puasa.
Lonjakan pesanan sudah mulai terasa sejak awal dipekan Ramadan. Para pembeli datang tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi mulai menjarah kota Bogor.
Kepala Desa Puraseda, Asep Ruhiat, mengatakan bahwa pengrajin gula aren merupakan salah satu produk UMKM unggulan yang dibina langsung oleh pemerintah desa. Menurutnya, momentum Ramadan selalu menjadi masa panen bagi para perajin.
“Alhamdulillah, setiap memasuki Ramadan permintaan gula aren meningkat signifikan. Ini tentu menjadi berkah bagi warga kami yang menggantungkan penghasilan dari produksi gula aren,” ujar Asep, Rabu (26/2/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah desa terus mendorong peningkatan kualitas produksi, mulai dari proses penyadapan nira hingga pengemasan agar lebih higienis dan memiliki daya saing di pasaran.
Selain itu, pembinaan juga dilakukan dalam hal pemasaran, termasuk pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan konsumen.
“Biasanya para pengrajin saat ini menggunakan telepon atau via online untuk mencari pembeli, alhamdulilah dengan hal itu mereka terbantu sehingga pembeli melonjak saat ramadhan,” pungkasnya.
Bagi HalamanEditor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















