Puasa Ramadan Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental dan Pengendalian Emosi

Puasa Ramadan
Ilustrasi Puasa. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Puasa Ramadan tidak hanya menjadi ibadah wajib bagi umat Muslim, tetapi juga membawa manfaat kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Selain menyehatkan tubuh, puasa rupanya mampu menjaga kesehatan mental sekaligus membantu mengontrol emosi.

Puasa dan Kesehatan Mental

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi, menjelaskan bahwa berpuasa memiliki dampak positif bagi kesehatan mental.

Menurutnya, beberapa cara mendukung kesehatan mental selama puasa antara lain menetapkan tujuan spiritual, berfokus pada mindfulness, menjaga pola hidup sehat, serta berbagi pengalaman dengan komunitas.

“Menetapkan tujuan spiritual, berfokus pada mindfulness, menjaga pola hidup sehat, dan berbagi pengalaman dengan komunitas menjadi beberapa cara untuk mendukung kesehatan mental selama puasa,” ujar Imran dikutip dari detikHealth, Selasa (24/2/2026).

Senada dengan hal tersebut, Psikolog Klinis Dian Kartika Amelia Arbi menambahkan bahwa puasa secara ilmiah dapat memengaruhi hormon yang berdampak langsung pada kondisi psikis seseorang.

BACA JUGA :  Kabar Baik untuk Kesehatan Anak: Bakteri Usus Ternyata Mampu Tangkal Risiko Asma dan Alergi

Puasa sebagai Latihan Self-Control

Dian menekankan bahwa puasa merupakan latihan pengendalian diri. Penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan hormon endorfin, atau hormon kebahagiaan, yang membuat seseorang merasa lebih tenang dan mampu menurunkan tingkat stres secara alami.

“Pada dasarnya puasa merupakan sebuah latihan untuk meningkatkan kontrol diri. Puasa melatih individu untuk menahan diri dalam melakukan sesuatu secara berlebih. Jika rutin dilakukan, hal ini akan berdampak signifikan pada penguatan kontrol diri seseorang,” jelas Dian, dikutip dari laman resmi Universitas Airlangga, Selasa (24/2/2026).

Kontrol diri yang dilatih melalui puasa juga membantu seseorang menghadapi tekanan sosial, seperti kecemasan akibat pekerjaan atau studi, sehingga puasa bisa menjadi sarana membangun ketahanan mental.

Puasa Menstimulasi Hormon Positif

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

Meski penelitian terkait puasa sebagai terapi psikologis masih terbatas, Dian menuturkan bahwa puasa bisa dijadikan pendukung pengobatan atau intervensi psikologi lainnya. Puasa yang dijalankan dengan tepat mampu menstimulasi hormon positif yang baik untuk tubuh dan menjaga stabilitas mental selama sebulan penuh.

Puasa yang dijalankan tepat, terbukti mampu menghasilkan stimulus hormon positif yang baik untuk tubuh. Di sisi lain, kontrol diri selama puasa sebulan bisa menjaga stabilitas mental,” ujarnya.

Selain menjadi kewajiban spiritual, puasa Ramadan ternyata efektif melatih pengendalian diri dan menjaga kesehatan mental.

Latihan menahan diri, mengatur emosi, serta meningkatkan hormon kebahagiaan membuat puasa bermanfaat tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis.

Dengan pendekatan yang tepat, puasa bisa menjadi sarana meningkatkan ketahanan mental serta menciptakan suasana hati yang lebih positif.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================