
Pemerataan Destinasi di Luar Seoul
Pemerintah Korsel juga berupaya mengurangi kepadatan wisatawan di Seoul dengan membuka lebih banyak rute internasional langsung ke bandara-bandara daerah serta memberikan insentif pengurangan biaya bandara.
Penambahan layanan bus bandara larut malam hingga Provinsi Chungcheong dan Gangwon turut dilakukan. Selain itu, jangka waktu pemesanan tiket kereta cepat KTX diperpanjang guna memudahkan wisatawan merencanakan perjalanan lintas kota.
Tak hanya itu, Korsel mengadopsi model “parador” ala Spanyol dengan mengubah rumah tradisional, kuil, dan desa adat menjadi penginapan premium untuk menghadirkan pengalaman autentik bagi turis.
Tegas Lawan Kenaikan Harga Tak Wajar
Presiden Lee Jae Myung menegaskan kebijakan zero-tolerance terhadap praktik penentuan harga tidak wajar (price gouging). Bisnis yang tidak mencantumkan harga atau menaikkan tarif secara sepihak akan dikenakan sanksi hingga penangguhan operasional.
Perusahaan sewa mobil di Pulau Jeju juga akan dibatasi kenaikan harganya saat musim puncak. Sementara hotel yang membatalkan pesanan secara sepihak tanpa alasan jelas akan dikenai sanksi baru.
“Pariwisata adalah industri strategis nasional inti. Pertumbuhannya harus dirasakan oleh ekonomi daerah, bukan hanya Seoul,” tegas Presiden Lee.
Melalui kampanye Visit Korea Year 2027–2029, pemerintah ingin menggeser tren wisata dari sekadar mengunjungi landmark menjadi pengalaman hidup layaknya warga lokal, sekaligus memperkuat posisi Korea Selatan sebagai destinasi global unggulan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















