Susah BAB Saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

BOGORTODAY.COM – Banyak orang mengeluhkan susah buang air besar (BAB) saat menjalani puasa di bulan Ramadhan. Kondisi ini bisa membuat ibadah terasa kurang nyaman, padahal pencernaan yang lancar bisa mendukung tubuh tetap fit selama berpuasa.

Mengapa Susah BAB Bisa Terjadi Saat Puasa?

Sembelit atau konstipasi adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan atau ketidaknyamanan saat BAB, biasanya ditandai tinja keras, kering, dan frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Selama puasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Perubahan ini membuat pergerakan makanan di saluran pencernaan menjadi lebih lambat.

Mengutip Johns Hopkins Aramco Healthcare (JHAH), tubuh saat berpuasa awalnya menggunakan cadangan glukosa sebagai energi, kemudian mulai membakar lemak.

Perubahan metabolisme ini normal, tetapi jika asupan cairan dan serat kurang, proses pencernaan bisa terganggu dan menyebabkan tinja lebih keras.

BACA JUGA :  Lepas E4 EV Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Listrik Baru Siap Tantang BYD Atto 3

Kebiasaan berbuka dengan makanan tinggi lemak, gorengan, atau minuman manis berlebih juga memperlambat kerja sistem pencernaan, sehingga risiko sembelit meningkat.

Cara Mengatasi Susah BAB Saat Puasa

Agar puasa tetap nyaman dan pencernaan lancar, beberapa langkah berikut bisa diterapkan:

  1. Penuhi kebutuhan cairan

Batasi minuman berkafein atau terlalu manis karena dapat memicu dehidrasi. Pastikan asupan cairan cukup dengan membaginya dalam beberapa waktu, misalnya saat berbuka, setelah salat tarawih, dan saat sahur.

  1. Perbanyak asupan serat

Konsumsi buah dan sayur setiap hari untuk menjaga pergerakan usus tetap teratur. Serat membantu melunakkan feses dan memperlancar BAB. Pilih roti gandum, tambahkan sayuran pada menu sahur dan berbuka, serta konsumsi kacang-kacangan atau sup berbahan biji-bijian.

  1. Hindari makan berlebihan saat berbuka
BACA JUGA :  Kolombia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Portugal Tempel Ketat di Grup K

Berbuka dengan porsi besar sekaligus membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Makan perlahan dan bertahap agar tubuh punya waktu mencerna makanan dengan baik.

  1. Batasi makanan berlemak dan gorengan

Makanan tinggi lemak dan digoreng memperlambat pengosongan lambung dan kerja usus. Pilih makanan yang dipanggang, direbus, atau dikukus.

  1. Tetap aktif bergerak

Aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka dapat merangsang gerakan usus. Tubuh yang pasif justru membuat pencernaan lebih lambat.

Kunci Puasa yang Sehat

Puasa memberikan banyak manfaat kesehatan, seperti membantu mengontrol berat badan, menurunkan kadar kolesterol jahat, dan meningkatkan kesehatan pencernaan jika dilakukan dengan benar.

Kuncinya adalah keseimbangan: jangan melewatkan sahur, cukupi kebutuhan cairan, dan pilih makanan bergizi seimbang agar BAB tetap lancar dan tubuh tetap fit selama Ramadhan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================