
Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia.” (HR Muslim)
- Doa Versi Ketiga
أَسْأَلُ اللَّهِ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيْكَ
As-Alullaaha rabbal ‘arsyil ‘adziimi an-yasyfiyaka (7x)
Artinya: “Aku memohon kepada Allah Tuhan Yang Maha Agung Penguasa Arasy agar berkenan menyembuhkanmu.” (HR Abu Dawud & Tirmizi)
- Doa Versi Keempat
لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu
Artinya: “Tidak apa-apa, insyaAllah sakit ini menjadi pembersih dosa.”
- Doa Versi Kelima
يَا سَلْمَانُ، شَفَى اللَّهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِينِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ
Ya salmaanu syafallaahu saqamaka, waghafara dzanbaka, wa ‘aafaaka fii dii- nika wa jismika ila muddati ajalika
Artinya: “Wahai Salman, semoga Allah menyembuhkan penyakitmu, mengampuni dosamu, dan memberikan kesehatan pada agama dan tubuhmu hingga ajalmu tiba.” (HR Ibnu Sunni)
Menurut Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, beberapa adab yang dianjurkan antara lain:
- Memberi semangat kepada orang yang sakit.
- Tidak mencela penyakitnya atau membuatnya merasa tertekan.
- Boleh menangis sebagai bentuk empati, tetapi tetap menjaga suasana hati positif.
- Mendoakan orang sakit dengan doa-doa yang diajarkan Nabi SAW.
Dengan menunaikan adab dan doa ini, menjenguk orang sakit menjadi ibadah yang membawa keberkahan, sekaligus menebarkan kasih sayang di tengah umat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















