Harga Minyak Dunia Melonjak 10%, Tembus US$ 80 per Barel di Tengah Ketegangan Timur Tengah

BOGORTODAY.COM Harga minyak dunia melonjak sekitar 10% di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Pada perdagangan Minggu, harga minyak mentah Brent crude oil naik ke level US$ 80 per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global.

Sebelumnya, pada Jumat, harga minyak sudah lebih dulu naik ke kisaran US$ 73 per barel, menyentuh level tertinggi sejak Juli tahun lalu, seiring meningkatnya spekulasi mengenai potensi serangan. Sehari kemudian, serangan tersebut benar-benar terjadi.

Penutupan Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama

Analis menilai lonjakan harga minyak terutama dipicu oleh langkah Iran yang menutup Strait of Hormuz setelah serangan terhadap negaranya.

Penutupan jalur strategis tersebut berdampak besar terhadap pasar energi global karena sekitar 20% pasokan minyak dunia diangkut melalui selat tersebut.

Direktur Energi dan Penyulingan di ICIS, Ajay Parmar, mengatakan faktor kunci lonjakan harga adalah gangguan distribusi di Selat Hormuz.

BACA JUGA :  6 Kondisi Rambut yang Bisa Menjadi Sinyal Masalah Kesehatan Tubuh

“Meskipun serangan militer itu mendukung harga minyak, faktor kuncinya adalah penutupan Selat Hormuz,” ujar Parmar, dikutip dari Reuters, Senin (2/3/2026).

Harga Berpotensi Tembus US$ 100 per Barel

Parmar memperkirakan harga minyak bisa melonjak lebih jauh hingga mendekati bahkan melampaui US$ 100 per barel jika penutupan Selat Hormuz berlangsung lama.

“Kami memperkirakan harga akan dibuka jauh lebih dekat ke US$ 100 per barel dan mungkin melebihi level tersebut jika kita melihat gangguan yang berkepanjangan di Selat,” jelasnya.

Sebagian besar pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar, dan perusahaan perdagangan energi dilaporkan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair melalui Selat Hormuz. Iran juga memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melewati jalur tersebut demi alasan keamanan.

Ancaman Gangguan Pasokan 8–10 Juta Barel per Hari

BACA JUGA :  Penjaga Warung Madura di Gunung Putri Diduga Ditodong Senpi

Meskipun terdapat jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz, dampaknya tetap signifikan. Penutupan selat diperkirakan dapat menyebabkan hilangnya pasokan minyak mentah sebesar 8–10 juta barel per hari akibat keterlambatan pengiriman dan terbatasnya kapasitas pengalihan rute.

Ekonom energi dari Rystad Energy, Jorge Leon, menyebut sebagian aliran minyak masih bisa dialihkan melalui pipa Timur-Barat Arab Saudi serta pipa Abu Dhabi. Namun, kapasitasnya dinilai belum cukup untuk sepenuhnya menggantikan volume pengiriman yang biasanya melewati Selat Hormuz.

Dampak ke Pasar Global

Lonjakan harga minyak ini berpotensi memicu tekanan inflasi global, terutama bagi negara-negara pengimpor energi. Investor kini mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah serta respons negara-negara produsen utama minyak.

Jika ketegangan terus berlanjut dan gangguan distribusi berkepanjangan, harga minyak berisiko menembus level psikologis US$ 100 per barel, yang dapat berdampak luas pada perekonomian global.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================