Hizbullah Serang Israel, IDF Balas dengan Serangan Udara di Lebanon

BOGORTODAY.COM – Milisi Lebanon, Hizbullah, mengaku terlibat dalam serangan terhadap Israel setelah negara Zionis itu dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Iran. Aksi balasan Hizbullah ini langsung direspons oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dengan serangan udara ke wilayah Lebanon selatan.

Menurut pernyataan resmi Hizbullah, serangan ini merupakan balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel.

“Kepemimpinan perlawanan selalu menegaskan bahwa berlanjutnya agresi Israel dan pembunuhan para pemimpin, pemuda, dan rakyat kami memberi kami hak untuk membela diri dan membalas pada waktu dan tempat yang tepat,” kata Hizbullah, Senin (2/2/2026), dikutip Al Jazeera.

Hizbullah menekankan bahwa serangan mereka juga bertujuan untuk melindungi rakyat Lebanon dan memberi pelajaran kepada Israel. “Musuh Israel tak bisa melanjutkan agresinya yang sudah berlangsung selama lima belas bulan tanpa respons peringatan untuk menghentikan agresi ini dan menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki,” tambah mereka.

BACA JUGA :  Kentang: Sumber Karbohidrat Sehat yang Padat Nutrisi dan Cocok sebagai Pengganti Nasi

Israel Balas dengan Serangan Udara

Sebagai respons, militer Israel melancarkan serangan udara ke Beirut selatan, menargetkan beberapa desa di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa di timur negara itu. Israel menegaskan akan menindak tegas Hizbullah, yang mereka sebut sebagai ancaman bagi keamanan negara dan penduduk wilayah utara.

“Militer Israel akan bertindak melawan keputusan Hizbullah untuk bergabung dalam kampanye tersebut, dan tidak akan membiarkan organisasi itu menimbulkan ancaman bagi negara Israel,” ujar pihak militer Israel.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Mereka menambahkan bahwa Hizbullah adalah pihak yang menghancurkan Lebanon dan harus bertanggung jawab atas eskalasi ini.

Potensi Krisis Baru di Lebanon

Eskalasi baru ini diprediksi bisa memperdalam krisis ekonomi Lebanon yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Meskipun Hizbullah dan Israel pernah menyepakati gencatan senjata pada November 2024, pelanggaran terhadap perjanjian itu terjadi berulang kali, dengan serangan yang hampir setiap hari berlangsung di berbagai wilayah Lebanon.

Ketegangan yang meningkat antara Hizbullah dan Israel ini menimbulkan kekhawatiran internasional akan konflik yang lebih luas di kawasan, terutama di tengah ketidakstabilan politik dan ekonomi Lebanon saat ini.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================