
Terkait kemungkinan adanya jemaah yang tertahan akibat gangguan penerbangan, ia mendorong pemerintah menyiapkan skenario darurat jika situasi keamanan belum membaik dalam beberapa hari ke depan.
“Jika dalam lima hari ke depan situasi keamanan masih terus memanas, kami mengharapkan sudah ada langkah konkret untuk perlindungan WNI, baik yang sedang melaksanakan umrah di Tanah Suci maupun yang terdampar di negara-negara transit,” tambahnya.
Imbauan Tunda Umrah
Memasuki bulan suci Ramadan yang biasanya diikuti lonjakan keberangkatan umrah, Abdul Wachid mengimbau masyarakat menunda rencana perjalanan hingga ada kepastian situasi keamanan.
“Kami mengimbau masyarakat agar menunda dulu perjalanan umrah, baik yang direncanakan di akhir Ramadan maupun selama bulan Ramadan. Kita harus menunggu sampai ada pemberitahuan resmi mengenai jaminan keamanan selanjutnya. Keselamatan nyawa adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Situasi Timur Tengah diketahui memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, melalui akun Instagram resmi Kemenhaj pada Minggu (1/3/2026), juga mengimbau warga Indonesia untuk menunda keberangkatan umrah sementara waktu hingga kondisi di Timur Tengah benar-benar kondusif.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















