
Dedie Rachim mengatakan, Pemkot Bogor siap mendukung penuh kegiatan keagamaan yang mampu meningkatkan keimanan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Komitmen ini sejalan dengan upaya mewujudkan Kota Bogor sebagai kota yang religius, inklusif, dan ramah bagi seluruh warganya, termasuk penyandang disabilitas. Saya berharap melalui KURMA ini, ukhuwah Islamiyah semakin kokoh, semangat ibadah semakin meningkat, dan nilai-nilai Al-Qur’an semakin tertanam dalam hati serta tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah ITMI Jawa Barat, Heri Wijayanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan KURMA sebagai ruang aktualisasi bagi penyandang disabilitas netra.
“Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya kegiatan KURMA. Semoga kegiatan ini menjadi fondasi dan pembuktian diri bahwa teman-teman disabilitas netra bisa mengaktualisasi diri sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing,” ujar Heri.
Ia menjelaskan bahwa Bulan Ramadan merupakan momentum istimewa bagi penyandang tunanetra untuk meningkatkan amalan, salah satunya melalui perlombaan tilawah atau murotal Al-Qur’an braille.
“Kami juga mengucapkan rasa bangga kepada seluruh peserta dari tiga mata lomba, yaitu murotal Al-Qur’an braille, cerdas cermat, dan nasyid. Ini merupakan bagian kecil dari potensi luar biasa teman-teman tunanetra di Bogor dan sekitarnya yang harus terus digali dan disalurkan agar masyarakat tahu bahwa disabilitas netra memiliki potensi yang besar,” pungkasnya.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















