
BOGORTODAY.COM – Ikon wisata legendaris Kabupaten Bogor, Danau Lido, kini berada di titik nadir. Data lapangan menunjukkan penyusutan luas danau yang sangat drastis, dari semula 32 hektare, kini diperkirakan hanya tersisa 12 hektare.
Hilangnya hampir 60 persen luas perairan ini memicu kecurigaan adanya “tangan dingin” reklamasi dan pembiaran sistemik oleh otoritas terkait.
Penyusutan ini tidak terjadi secara alami. Berdasarkan pantauan, pendangkalan masif diduga kuat dipicu oleh aktivitas reklamasi di pinggiran kawasan serta menjamurnya keramba ikan dan bangunan restoran yang mengepung badan air.
Hal ini mengindikasikan adanya pelanggaran tata ruang dan lemahnya penegakan aturan di wilayah Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong.
Menagih Janji Penegakan Hukum
Tokoh masyarakat Cigombong, Indra Surkana, melontarkan kritik pedas terhadap ketidakjelasan status hukum yang pernah berjalan.
Ia mengingatkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebenarnya sempat melakukan penyegelan beberapa waktu lalu, namun hingga kini langkah tersebut seolah menguap tanpa hasil nyata.
Editor : Aditya Nugraha
Sumber : BogorOne.co.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















