
Sebagai alternatif, jus buah sering dianggap pilihan yang lebih sehat dibandingkan minuman sirup atau minuman kemasan tinggi gula. Anda bisa membuat jus sendiri di rumah tanpa tambahan gula agar lebih terkontrol.
Namun, apakah jus untuk menu buka puasa benar-benar aman?
Dilansir dari Hello Sehat, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism menemukan bahwa minum jus saat perut kosong dapat memicu efek kurang baik pada bakteri usus, terutama bakteri baik.
Mengapa Bisa Berdampak pada Usus?
Jus buah mengandung fruktosa, yaitu gula alami yang terdapat pada buah. Fruktosa tidak selalu dapat diproses dengan baik oleh usus kecil, apalagi ketika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong setelah seharian berpuasa.
Jika fruktosa tidak terserap optimal di usus kecil, gula tersebut akan mengalir ke usus besar atau hati. Padahal, bakteri di area tersebut bukan dirancang untuk memproses fruktosa dalam jumlah besar. Kondisi ini dapat memicu gangguan keseimbangan mikrobiota usus.
Tips Aman Minum Jus Saat Buka Puasa
Agar tetap sehat, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Konsumsi jus dalam porsi wajar, tidak berlebihan
- Hindari tambahan gula atau pemanis buatan
- Pilih buah utuh atau jus dengan ampas (lebih tinggi serat)
- Jangan hanya mengandalkan jus, tetap konsumsi makanan utama bergizi seimbang
- Bisa memulai buka puasa dengan air putih dan kurma, lalu lanjutkan jus setelah makanan ringan
Pada dasarnya, jus untuk menu buka puasa aman dikonsumsi selama tidak berlebihan dan tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi. Kunci utamanya adalah moderasi dan variasi, agar kebutuhan energi terpenuhi tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















