
“Tujuannya sekarang ini adalah promosi. Kalau kita jualan, kita promosi dulu. Kita berikan yang terbaik dengan harga yang menarik agar ke depan mereka mau menggunakan beras Indonesia secara komersial,” jelasnya.
Ke depan, ekspor akan diarahkan sepenuhnya pada skema bisnis komersial tanpa subsidi.
Kualitas Super Premium
Rizal menegaskan beras yang diekspor merupakan kualitas terbaik yang pernah diproduksi Bulog. Beras tersebut berasal dari hasil panen baru, bukan stok lama di gudang.
Beras yang dikirim masuk kategori super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen—bahkan sekitar 4 persen—serta kadar air di bawah 14 persen.
“Kalau menurut kami, ini beras super premium yang pernah kita buat oleh Bulog. Selama ini Bulog membuat beras premium itu pecahannya 15 persen,” terang Rizal.
Ekspor ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi beras nasional menembus pasar internasional secara berkelanjutan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















