9 Tanda Kamu atau Teman Sebenarnya Tidak Baik-Baik Saja, Meskipun Terlihat Normal

Baik-baik saja
9 Tanda Kamu atau Teman Sebenarnya Tidak Baik-Baik Saja, Meskipun Terlihat Normal. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Secara fisik, seseorang mungkin terlihat baik-baik saja. Mereka tersenyum, terlihat ceria, bahkan tetap bersosialisasi. Namun di balik penampilan itu, bisa saja ada masalah kesehatan mental yang sedang dialami.

Menurut sejumlah penelitian, tanda-tanda berikut bisa menjadi indikator bahwa kamu atau teman sebenarnya tidak sedang baik-baik saja.

  1. Merasa Bersalah Saat Beristirahat

Rasa lelah dan stres wajar di tengah kesibukan, tapi beberapa orang merasa bersalah hanya karena beristirahat.

Melansir Your Tango, perasaan ini muncul karena mereka mengaitkan harga diri dengan produktivitas. Mereka merasa tidak layak mendapat pujian atau cinta kecuali memberikan sesuatu sebagai imbalan.

  1. Sering Bilang “Aku Baik-Baik Saja” Padahal Tidak

Upaya menekan emosi kompleks sering digunakan untuk menghemat energi. Jika seseorang selalu berkata “Aku baik-baik saja” dan enggan dibahas lebih lanjut, itu bisa menjadi tanda mereka sebenarnya sedang menghadapi masalah internal.

  1. Terlalu Sering Minta Maaf

Meminta maaf wajar, tapi jika dilakukan berulang atau berlebihan bisa menunjukkan rasa tidak aman kronis atau trauma yang belum terselesaikan. Hal ini sering menjadi cara mereka untuk merasa aman atau diterima.

  1. Merasa Paling Aman Saat Sibuk
BACA JUGA :  Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasan dari Sisi Keagamaan dan Ilmiah

Beberapa orang merasa nyaman hanya saat mengisi waktu dengan aktivitas berlebihan, bermain gadget, atau hiburan tanpa makna.

Strategi ini sementara efektif untuk menghindari emosi, tapi jika dijadikan kebiasaan bisa menimbulkan kecemasan dan kelelahan mental.

  1. Selalu Butuh Suara Latar

Studi The Gerontologist menemukan bahwa orang yang menggunakan suara latar seperti TV atau musik terus-menerus biasanya mengalami isolasi atau kesepian. Suara ini memberikan rasa koneksi dan dukungan, meski hanya bersifat sementara.

  1. Menghindari Kesendirian dan Keheningan

Waktu sendirian penting untuk memulihkan energi otak dan tubuh. Jika kesendirian terasa mustahil karena gejolak emosi atau stres, ini bisa menjadi tanda seseorang menekan perasaan mereka terlalu lama.

  1. Kurang Tidur
BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

Begadang sering dianggap normal atau produktif, tapi kurang tidur memengaruhi fokus, energi, dan hubungan sosial. Kurang tidur kronis juga berdampak negatif pada kesehatan mental.

  1. Menganggap Rasa Sakit Sebagai “Kehidupan Dewasa”

Merasa lelah, stres, dan “perjuangan sehari-hari” adalah bagian dari kedewasaan mungkin terdengar wajar, tapi ini bisa menjadi indikator bahwa seseorang menormalisasi kondisi yang seharusnya diperhatikan.

  1. Terputus dari Hal yang Pernah Dinikmati

Fenomena ini dikenal sebagai anhedonia, yaitu kehilangan kesenangan dari hobi atau aktivitas yang sebelumnya disukai.

Studi dari European Child and Adolescent Psychiatry menemukan bahwa ini sering terjadi pada orang dengan depresi atau masalah kesehatan mental lainnya.

Meskipun seseorang terlihat normal dan produktif, tanda-tanda kecil seperti di atas bisa menjadi alarm bagi kesehatan mental.

Memperhatikan diri sendiri dan teman, membuka komunikasi, serta mencari bantuan profesional jika diperlukan merupakan langkah penting untuk menjaga kesejahteraan mental.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================