BOGORTODAY.COM – Dalam ajaran Islam, menjalin silaturahmi merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Salah satu bentuk silaturahmi yang sering dilakukan adalah dengan berkunjung ke rumah kerabat, sahabat, atau tetangga.
Namun, ketika bertamu seorang muslim juga dianjurkan untuk menjaga adab agar tidak mengganggu kenyamanan tuan rumah.
Islam telah mengatur tata cara menjadi tamu yang baik melalui berbagai pedoman yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits, serta dicontohkan langsung oleh Muhammad SAW.
Berikut beberapa adab bertamu dalam Islam sebagaimana dijelaskan dalam buku Pelajaran Adab Islam 1 karya Sehendri dan Syukri.
- Mengucapkan Salam dan Mengetuk Pintu
Ketika datang bertamu, seorang muslim dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada penghuni rumah. Selain itu, tamu juga sebaiknya mengetuk pintu hingga tiga kali sebagai tanda meminta izin.
Jika setelah tiga kali mengetuk pintu tidak ada jawaban dari tuan rumah, maka sebaiknya membatalkan niat bertamu. Hal ini bisa jadi karena penghuni rumah sedang tidak ingin diganggu atau sedang tidak berada di rumah.
Anjuran meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain dijelaskan dalam Surah An-Nur ayat 27:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu selalu ingat.”
Selain itu, dalam hadits juga dijelaskan bahwa meminta izin masuk rumah dilakukan maksimal tiga kali. Jika tidak diizinkan, maka tamu dianjurkan untuk kembali pulang.
- Tidak Mengintip ke Dalam Rumah
Islam juga melarang seseorang mengintip ke dalam rumah orang lain tanpa izin. Tindakan tersebut dianggap melanggar privasi penghuni rumah.
Larangan ini bahkan ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA. Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa orang yang mengintip rumah orang lain tanpa izin dapat dikenai hukuman, dan orang yang menolak tindakan tersebut tidak dianggap berdosa.
- Tidak Berdiri Tepat di Depan Pintu
Ketika menunggu tuan rumah membuka pintu, seorang tamu juga dianjurkan untuk tidak berdiri tepat di depan pintu. Posisi tersebut dianggap kurang sopan karena bisa langsung melihat ke dalam rumah ketika pintu dibuka.
Rasulullah SAW memberikan contoh dengan berdiri di sisi kanan atau kiri pintu ketika bertamu sambil mengucapkan salam.
- Menunggu Dipersilakan Masuk dan Duduk
Adab berikutnya adalah tidak masuk ke dalam rumah sebelum dipersilakan oleh tuan rumah. Seorang tamu juga sebaiknya menunggu sampai dipersilakan duduk atau menikmati hidangan yang disediakan.
Hal ini menunjukkan sikap menghormati tuan rumah sekaligus menjaga etika dalam bertamu.
- Tidak Berlama-lama Bertamu
Islam juga menganjurkan agar tamu tidak berlama-lama bertamu tanpa tujuan yang jelas, terutama jika urusan yang dibicarakan sudah selesai. Terlalu lama berada di rumah orang lain dapat membuat tuan rumah merasa tidak nyaman.
Hal ini juga ditegaskan dalam Surah An-Nur ayat 28 yang menjelaskan bahwa jika seseorang diminta untuk kembali atau tidak diizinkan masuk, maka ia sebaiknya pulang karena hal tersebut lebih baik baginya.
Dengan menjaga adab bertamu, seorang muslim tidak hanya menjaga hubungan baik dengan sesama, tetapi juga menjalankan ajaran Islam yang mengutamakan sopan santun dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















