BOGORTODAY.COM – Kasus Campak belakangan menjadi sorotan setelah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus campak tertinggi kedua di dunia setelah Yaman. Dalam enam bulan terakhir, tercatat lebih dari 10 ribu kasus campak dilaporkan.
Campak dikenal memiliki gejala khas berupa ruam merah pada kulit. Namun, gejala serupa juga bisa muncul pada penyakit lain seperti Cacar Air. Karena tampak mirip, banyak orang sering keliru membedakan kedua penyakit ini.
Padahal, meski sama-sama menular dan disebabkan oleh virus, campak dan cacar air memiliki perbedaan yang cukup jelas, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara penanganannya.
- Penyebab dan Gejala
Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus, sedangkan cacar air disebabkan oleh Varicella-zoster virus (VZV).
Perbedaan juga terlihat dari urutan gejala yang muncul.
Gejala campak:
- Demam tinggi selama 3–5 hari disertai batuk, pilek, dan mata merah
- Muncul bercak putih keabu-abuan di dalam mulut
- Ruam merah muncul di wajah lalu menyebar ke leher, lengan, badan, hingga kaki
- Ruam biasanya saling menempel dan sedikit menonjol
- Terkadang disertai pembengkakan kelenjar getah bening di leher
Gejala cacar air:
- Demam ringan, sakit kepala, atau tubuh terasa pegal
- Ruam berupa bintik merah kecil yang berubah menjadi lepuhan berisi cairan
- Bintik terasa gatal dan mudah pecah
- Ruam biasanya muncul lebih dulu di dada dan punggung, kemudian menyebar ke wajah, kulit kepala, hingga seluruh tubuh
- Cara Penularan
Campak sangat mudah menular melalui droplet atau percikan cairan dari batuk, bersin, maupun air liur penderita. Virus dapat menyebar melalui udara dan menginfeksi orang yang berada di sekitarnya.
Sementara itu, cacar air lebih sering menular melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan di kulit penderita atau melalui percikan air liur.
- Pengobatan
Perbedaan lainnya terlihat pada cara penanganannya. Campak belum memiliki obat khusus yang secara langsung dapat membunuh virus penyebabnya. Pengobatan biasanya difokuskan untuk meredakan gejala serta membantu tubuh melawan infeksi secara alami.
Gejala campak umumnya berlangsung selama sekitar dua hingga tiga minggu sebelum akhirnya sembuh dengan sendirinya.
Di sisi lain, cacar air juga biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Penanganan lebih difokuskan untuk meredakan rasa gatal, misalnya dengan penggunaan lotion yang mengandung calamine atau obat antihistamin.
Namun pada kasus cacar air yang lebih berat atau pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dokter dapat memberikan obat antivirus untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Pentingnya Mengenali Perbedaan
Meskipun terlihat mirip, campak dan cacar air merupakan dua penyakit yang berbeda. Mengenali perbedaan keduanya sangat penting agar penderita dapat memperoleh penanganan yang tepat dan mencegah penularan lebih luas.
Jika seseorang mengalami demam disertai ruam pada kulit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan perawatan yang sesuai.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















