Ternyata Ini Alasan Jenal Mutaqin Turun Tangan Aspal Jalan Sendiri

Foto: Instagram Jenal Mutaqin

BOGORTODAY.COM – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa aksi pengaspalan jalan yang dilakukannya belakangan ini merupakan bentuk spontanitas sebagai warga negara, sekaligus upaya akselerasi pelayanan publik.

Ia menilai pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) adalah solusi tepat untuk memperbaiki jalan nasional yang rusak tanpa membebani APBD.

Jenal mengklarifikasi bahwa tindakan pengaspalan yang ia lakukan sebelumnya bukan merupakan program resmi pemerintah, melainkan respons cepat atas kondisi yang membahayakan keluarga dan masyarakat.

“Itu bukan program tapi spontanitas kemarin. Kemarin anak saya mau jatuh di Tajur dan saya sebagai orang tua ambil langkah itu. Di Sukasari, adik ipar saya juga mau jatuh, itu spontanitas saya saja sebagai warga,” ujar Jenal Mutaqin, Kamis (5/3/2026).

BACA JUGA :  Menjemput Keberkahan: Panduan Sunnah Rasulullah SAW Sebelum dan Sesudah Tidur

Ia mengakui jika menggunakan dana pribadi, tentu memiliki batasan. Oleh karena itu, diperlukan langkah taktis agar perbaikan jalan yang dianggap lambat oleh otoritas terkait dapat segera tertangani.

Jenal menekankan bahwa penggunaan APBD untuk jalan nasional seringkali terkendala aturan dan berisiko menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebagai jalan keluar, ia mendorong Bapperida selaku pengelola dana CSR untuk mengarahkan bantuan perusahaan ke sektor infrastruktur jalan.

“Saya rasa kalau memang APBD jadi kendala dan khawatir jadi temuan BPK, saya rasa CSR solusi yang tepat. Kita ada CSR, Bapperida sebagai dinas yang mengelola itu. Uang CSR-nya bisa disumbangkan untuk pengaspalan jalan pusat (nasional) yang dikira lambat, saya rasa tidak ada masalah,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tidak Semua Orang Cocok Makan Bayam, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati

Meski saat ini belum ada dana CSR yang masuk khusus untuk pengaspalan, Jenal berencana segera melakukan koordinasi intensif setelah kondisi fisiknya pulih sepenuhnya.

“Minggu depan kalau saya sudah lebih fit, saya panggil Bapperida dan bertanya CSR tahun 2026 siapa saja, mana saja. Kita kasih saja opsi pengaspalan jalan pusat yang dikira sangat membahayakan dan butuh percepatan,” tegas Jenal.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================