Buah Terbaik untuk Berbuka Puasa, Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB

Pepaya bahkan diketahui mengandung beta-karoten yang merupakan provitamin A yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan vitamin dan mineral dalam buah-buahan tersebut juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan sekaligus mendukung proses metabolisme selama berpuasa.

Meski begitu, tidak semua buah dianjurkan untuk dikonsumsi saat perut masih kosong. Beberapa buah dengan kadar asam tinggi seperti Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena dapat memicu iritasi lambung. Sementara itu, konsumsi Durian juga perlu dibatasi karena kadar gulanya cukup tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula darah secara cepat.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Selain itu, Nangka memiliki serat yang relatif sulit dicerna dan dapat menimbulkan rasa kembung pada sebagian orang. Untuk Salak, disarankan agar lapisan putih yang menempel pada daging buah tetap dimakan karena dapat membantu memperlancar proses pencernaan.

Roosita merekomendasikan konsumsi buah sekitar dua hingga tiga porsi setiap hari selama Ramadan. Setiap porsi setara dengan sekitar 100 hingga 150 gram buah. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Dorong Budaya Literasi Lewat Out of The Boox 2026

Ia menegaskan bahwa meskipun waktu makan selama puasa lebih terbatas, kualitas makanan tetap harus diperhatikan agar tubuh tetap sehat dan bertenaga selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan memilih buah yang tepat saat berbuka, momen berbuka puasa tidak hanya sekadar menghilangkan rasa lapar dan haus, tetapi juga membantu menjaga kesehatan serta energi hingga waktu sahur tiba.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================