Buah Terbaik untuk Berbuka Puasa, Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB

Buah
Buah Terbaik untuk Berbuka Puasa, Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Memilih makanan saat berbuka puasa tidak hanya soal rasa manis atau segar. Pilihan yang tepat juga berperan penting dalam mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa selama lebih dari 12 jam. Salah satu pilihan yang sering dianjurkan adalah buah-buahan karena mengandung gula alami, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh.

Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Katrin Roosita, menjelaskan bahwa selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tubuh mengalami penurunan asupan energi. Hal ini terutama terjadi pada glukosa yang merupakan sumber energi utama bagi otak.

Ketika cadangan glikogen di dalam hati mulai menurun, tubuh akan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi. Proses tersebut menghasilkan zat bernama keton yang kemudian dimanfaatkan tubuh sebagai sumber energi alternatif.

Menurut Roosita, saat berbuka puasa tubuh sebaiknya segera mendapatkan kembali asupan energi melalui karbohidrat sederhana yang mengandung glukosa dan fruktosa alami. Buah-buahan menjadi pilihan yang tepat karena kandungan gula alaminya lebih mudah diserap tubuh.

BACA JUGA :  Wardatina Mawa Ingin Perceraian Segera Tuntas, Tegaskan Keputusan Sudah Bulat

Salah satu buah yang sering direkomendasikan untuk berbuka adalah Kurma. Buah ini dikenal memiliki kandungan fruktosa yang cukup tinggi sehingga dapat membantu memulihkan energi secara cepat. Selain itu, fruktosa cenderung tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis dibandingkan gula tambahan pada makanan atau minuman olahan.

Selain kurma, buah dengan kandungan air yang tinggi juga baik dikonsumsi saat berbuka puasa. Contohnya seperti Semangka, Melon, dan Pepaya. Buah-buahan tersebut tidak hanya mengandung fruktosa, tetapi juga membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

Pepaya bahkan diketahui mengandung beta-karoten yang merupakan provitamin A yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan vitamin dan mineral dalam buah-buahan tersebut juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan sekaligus mendukung proses metabolisme selama berpuasa.

Meski begitu, tidak semua buah dianjurkan untuk dikonsumsi saat perut masih kosong. Beberapa buah dengan kadar asam tinggi seperti Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena dapat memicu iritasi lambung. Sementara itu, konsumsi Durian juga perlu dibatasi karena kadar gulanya cukup tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula darah secara cepat.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

Selain itu, Nangka memiliki serat yang relatif sulit dicerna dan dapat menimbulkan rasa kembung pada sebagian orang. Untuk Salak, disarankan agar lapisan putih yang menempel pada daging buah tetap dimakan karena dapat membantu memperlancar proses pencernaan.

Roosita merekomendasikan konsumsi buah sekitar dua hingga tiga porsi setiap hari selama Ramadan. Setiap porsi setara dengan sekitar 100 hingga 150 gram buah. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh.

Ia menegaskan bahwa meskipun waktu makan selama puasa lebih terbatas, kualitas makanan tetap harus diperhatikan agar tubuh tetap sehat dan bertenaga selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan memilih buah yang tepat saat berbuka, momen berbuka puasa tidak hanya sekadar menghilangkan rasa lapar dan haus, tetapi juga membantu menjaga kesehatan serta energi hingga waktu sahur tiba.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================