BOGORTODAY.COM – Pemerintah Prancis meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Laut Mediterania dengan mengirimkan kapal induk helikopter amfibi Tonnerre. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya ketegangan akibat konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.
Kapal perang tersebut akan bergabung dengan kapal induk utama milik Prancis, Charles de Gaulle, yang sebelumnya sudah berada di wilayah tersebut setelah menjalankan operasi di Laut Baltik.
Seorang juru bicara militer Prancis menjelaskan bahwa pengerahan kapal amfibi tersebut bertujuan memperkuat keberadaan angkatan bersenjata Prancis di kawasan yang tengah dilanda krisis. Informasi ini disampaikan kepada media internasional seperti Al Arabiya dan Agence France-Presse pada Sabtu (7/3/2026).
Sebelumnya, kapal jenis serupa juga pernah ditempatkan di lepas pantai Lebanon sebagai langkah antisipasi. Penempatan itu bertujuan untuk membantu proses evakuasi warga jika diperlukan selama konflik pada 2024 antara Israel dan kelompok militan Hizbullah.
Selain pengerahan kapal perang, Prancis juga telah menempatkan sejumlah jet tempur Dassault Rafale di Uni Emirat Arab. Pesawat-pesawat tersebut disiagakan untuk melindungi pangkalan militer Prancis dari potensi serangan yang berasal dari Iran.
Prancis diketahui memiliki ratusan personel militer yang ditempatkan di Uni Emirat Arab, baik dari angkatan laut, udara, maupun darat. Jet tempur Rafale itu ditempatkan di pangkalan militer Al Dhafra Air Base yang berada di dekat Abu Dhabi.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan bahwa pengerahan jet tempur tersebut bertujuan memastikan keamanan fasilitas militer Prancis di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pesawat Rafale bersama para pilotnya telah dimobilisasi untuk menjaga wilayah udara di sekitar pangkalan.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menanggapi serangan tersebut, Iran kemudian menargetkan kepentingan negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, bahkan memperingatkan bahwa negara-negara Eropa bisa menjadi sasaran jika mereka turut terlibat dalam konflik melawan Iran.
Dalam wawancara dengan media internasional France 24, ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengingatkan negara-negara Eropa agar tidak terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai agresi militer terhadap Iran.
Takht-Ravanchi menegaskan bahwa negara mana pun yang ikut berpartisipasi dalam operasi militer melawan Iran berpotensi menghadapi serangan balasan dari Teheran.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















