Lonjakan Harga Minyak Global, Pemerintah Kaji Langkah Efisiensi Energi

Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat penerapan bahan bakar berbasis etanol melalui program E20. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi solusi apabila harga minyak fosil di pasar internasional terus naik hingga melampaui 100 dolar AS per barel.

Dalam skema tersebut, bahan bakar diesel akan dicampur antara biodiesel dan solar konvensional. Saat ini Indonesia telah menerapkan campuran hingga B40 dan sedang diarahkan menuju B50 untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor.

Meski demikian, Bahlil menyebutkan fokus pemerintah dalam waktu dekat adalah memastikan ketersediaan energi menjelang periode Ramadan dan Lebaran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Berbalik Naik, Ketegangan Timur Tengah Kembali Picu Kekhawatiran Pasar

Sementara itu di Filipina, Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan kebijakan pengurangan jam kerja kantor pemerintah menjadi empat hari dalam seminggu sebagai langkah sementara untuk menghemat energi. Namun, aturan tersebut tidak berlaku bagi sektor layanan darurat seperti kepolisian, pemadam kebakaran, serta lembaga yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Selain mengurangi jam kerja, pemerintah Filipina juga menargetkan penghematan penggunaan listrik dan bahan bakar antara 10 hingga 20 persen di seluruh lembaga pemerintah. Kegiatan dinas yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, studi banding, hingga pertemuan yang bisa dilakukan secara daring, juga untuk sementara dihentikan.

BACA JUGA :  AS-Iran Capai Kesepakatan Baru, Gencatan Senjata Diperpanjang dan Selat Hormuz Segera Dibuka

Langkah tersebut diambil karena Filipina sangat bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energinya. Ketegangan di kawasan Timur Tengah dikhawatirkan dapat memicu inflasi yang lebih tinggi di negara tersebut.

Para ekonom menilai Filipina termasuk negara di kawasan Asia-Pasifik yang cukup rentan terhadap lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi global. Hal ini disebabkan harga bahan bakar di negara tersebut lebih banyak ditentukan oleh mekanisme pasar dengan subsidi yang relatif terbatas.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================