Sering Disebut “Bau Lambung” Saat Puasa, Ini Penjelasan Medisnya

Bau Lambung
Sering Disebut “Bau Lambung” Saat Puasa, Ini Penjelasan Medisnya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Selama bulan Ramadan, banyak orang merasa lebih peka terhadap bau mulut, terutama ketika berinteraksi dengan orang yang sedang berpuasa. Dalam percakapan sehari-hari, muncul istilah populer yang sering digunakan masyarakat, yakni “bau lambung”.

Istilah ini biasanya dilontarkan sebagai candaan ketika seseorang mencium aroma tidak sedap dari mulut orang lain.

Meski terdengar seperti ungkapan informal, kondisi yang disebut sebagai “bau lambung” sebenarnya memiliki penjelasan medis. Dalam dunia kesehatan, bau mulut dikenal dengan istilah Halitosis, yaitu kondisi yang bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk gangguan pada sistem pencernaan.

BACA JUGA :  Puasa Muharram 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Praktisi kesehatan pencernaan, Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa bau mulut memang dapat menjadi salah satu gejala yang berkaitan dengan gangguan pada lambung. Salah satu kondisi yang dapat memicu hal tersebut adalah Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD.

Menurutnya, meskipun bukan gejala utama, penderita GERD terkadang mengalami halitosis akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dapat memicu aroma tidak sedap yang keluar dari mulut.

BACA JUGA :  Jangan Langsung Dibuang! Sisa Makanan Ini Bisa Menyuburkan Tanaman di Rumah

Secara sederhana, istilah “bau lambung” merujuk pada bau mulut yang sumbernya berasal dari gangguan di lambung atau saluran pencernaan bagian atas. Dalam kondisi normal, bau mulut lebih sering disebabkan oleh masalah di rongga mulut, seperti sisa makanan yang menempel, penumpukan plak gigi, atau penyakit gusi.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================