Sering Disebut “Bau Lambung” Saat Puasa, Ini Penjelasan Medisnya

Bau Lambung
Sering Disebut “Bau Lambung” Saat Puasa, Ini Penjelasan Medisnya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Selama bulan Ramadan, banyak orang merasa lebih peka terhadap bau mulut, terutama ketika berinteraksi dengan orang yang sedang berpuasa. Dalam percakapan sehari-hari, muncul istilah populer yang sering digunakan masyarakat, yakni “bau lambung”.

Istilah ini biasanya dilontarkan sebagai candaan ketika seseorang mencium aroma tidak sedap dari mulut orang lain.

Meski terdengar seperti ungkapan informal, kondisi yang disebut sebagai “bau lambung” sebenarnya memiliki penjelasan medis. Dalam dunia kesehatan, bau mulut dikenal dengan istilah Halitosis, yaitu kondisi yang bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk gangguan pada sistem pencernaan.

Praktisi kesehatan pencernaan, Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa bau mulut memang dapat menjadi salah satu gejala yang berkaitan dengan gangguan pada lambung. Salah satu kondisi yang dapat memicu hal tersebut adalah Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD.

BACA JUGA :  Doa Melepas Pakaian dalam Islam: Amalan Sederhana dengan Banyak Keutamaan

Menurutnya, meskipun bukan gejala utama, penderita GERD terkadang mengalami halitosis akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dapat memicu aroma tidak sedap yang keluar dari mulut.

Secara sederhana, istilah “bau lambung” merujuk pada bau mulut yang sumbernya berasal dari gangguan di lambung atau saluran pencernaan bagian atas. Dalam kondisi normal, bau mulut lebih sering disebabkan oleh masalah di rongga mulut, seperti sisa makanan yang menempel, penumpukan plak gigi, atau penyakit gusi.

Namun dalam beberapa kasus tertentu, sumber bau tidak sedap bisa berasal dari lambung. Hal ini dapat terjadi ketika lambung mengalami luka, peradangan, atau memproduksi gas berlebih yang kemudian naik ke kerongkongan dan keluar melalui mulut.

Selain itu, infeksi bakteri tertentu juga dapat menjadi pemicu bau mulut. Salah satu bakteri yang sering dikaitkan dengan masalah lambung adalah Helicobacter pylori. Bakteri ini diketahui dapat menyebabkan radang lambung hingga tukak lambung, yang pada beberapa kasus juga menimbulkan bau mulut.

BACA JUGA :  Jangan Sembarangan, Ini 4 Jenis Barang yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kolong Tempat Tidur

Meski demikian, Ari menekankan bahwa tidak semua bau mulut berasal dari lambung. Penyebab yang paling sering tetap berkaitan dengan kesehatan gigi, rongga mulut, atau gangguan pada area telinga, hidung, dan tenggorokan.

Karena itu, ketika seseorang mengalami bau mulut yang berlangsung lama, dokter biasanya akan memeriksa terlebih dahulu kondisi gigi, mulut, serta saluran THT. Jika tidak ditemukan masalah pada area tersebut, barulah pemeriksaan akan diarahkan pada kemungkinan gangguan lambung.

Dalam beberapa kasus, bau mulut dapat membaik setelah pasien menjalani pengobatan untuk masalah pencernaan. Namun jika keluhan masih berlanjut, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi untuk mengetahui kondisi lambung secara lebih jelas.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================