BOGORTODAY.COM – Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mulai mendorong sejumlah negara pengimpor minyak untuk mengambil langkah penghematan energi.
Salah satu kebijakan yang muncul adalah pengurangan aktivitas kerja guna menekan konsumsi bahan bakar.
Negara tetangga Indonesia, Filipina, menjadi salah satu contoh yang telah menerapkan kebijakan tersebut. Pemerintah Filipina memutuskan memangkas jam kerja kantor dan menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Menanggapi langkah tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia hingga saat ini belum berencana mengikuti kebijakan serupa.
Ia menjelaskan pemerintah masih melakukan kajian untuk menentukan strategi efisiensi energi yang paling tepat sesuai dengan kondisi dalam negeri. Menurutnya, setiap negara memiliki situasi yang berbeda sehingga kebijakan yang diambil tidak selalu sama.
Bahlil menegaskan bahwa langkah efisiensi energi penting dilakukan, tidak hanya untuk menghemat konsumsi energi tetapi juga untuk menjaga kondisi keuangan negara. Selain itu, efisiensi juga bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi yang dimiliki Indonesia.
Sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan harga minyak global, pemerintah berencana mempercepat pengembangan bahan bakar alternatif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan campuran biodiesel menjadi 50 persen atau program B50.
Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat penerapan bahan bakar berbasis etanol melalui program E20. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi solusi apabila harga minyak fosil di pasar internasional terus naik hingga melampaui 100 dolar AS per barel.
Dalam skema tersebut, bahan bakar diesel akan dicampur antara biodiesel dan solar konvensional. Saat ini Indonesia telah menerapkan campuran hingga B40 dan sedang diarahkan menuju B50 untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor.
Meski demikian, Bahlil menyebutkan fokus pemerintah dalam waktu dekat adalah memastikan ketersediaan energi menjelang periode Ramadan dan Lebaran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Sementara itu di Filipina, Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan kebijakan pengurangan jam kerja kantor pemerintah menjadi empat hari dalam seminggu sebagai langkah sementara untuk menghemat energi. Namun, aturan tersebut tidak berlaku bagi sektor layanan darurat seperti kepolisian, pemadam kebakaran, serta lembaga yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Selain mengurangi jam kerja, pemerintah Filipina juga menargetkan penghematan penggunaan listrik dan bahan bakar antara 10 hingga 20 persen di seluruh lembaga pemerintah. Kegiatan dinas yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, studi banding, hingga pertemuan yang bisa dilakukan secara daring, juga untuk sementara dihentikan.
Langkah tersebut diambil karena Filipina sangat bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energinya. Ketegangan di kawasan Timur Tengah dikhawatirkan dapat memicu inflasi yang lebih tinggi di negara tersebut.
Para ekonom menilai Filipina termasuk negara di kawasan Asia-Pasifik yang cukup rentan terhadap lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi global. Hal ini disebabkan harga bahan bakar di negara tersebut lebih banyak ditentukan oleh mekanisme pasar dengan subsidi yang relatif terbatas.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















