
“Karena kalau di Ditjen Perkeretaapian itu tidak ada skema pinjam pakai, yang ada adalah mekanisme sewa. Tapi kalau mereka sudah bersurat dengan skema sewa, masih ada penawaran. Dan kita minta agar 0 rupiah, karena kepentingannya masyarakat,” ucap Esti.
Untuk pembangunannya, sambung Esti, juga tidak menggunakan APBD, melainkan mencoba melalui mekanisme CSR Rancamaya.
“Kalau kita menunggu APBD cukup besar dan cukup berproses. Karena kita ingin percepatan,” ucapnya.
Esti melanjutkan, terkait kondisi dan teknis jalan seluruhnya sudah memadai, mulai dari ROW dengan lebar tiga meter hingga empat meter.
“Mudah-mudahan dengan dibangunkannya ini kami juga akan bersurat supaya bisa masuk ke Ciomas untuk membuka akses baru terkait dengan transportasi perkeretaapian di Kota Bogor, sehingga bisa memecah kepadatan di pusat kota,” ucapnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengatakan dalam sistem transportasi terdapat yang dinamakan simpul transportasi, seperti keberadaan Stasiun Ciomas. Dalam simpul tersebut terdapat integrasi intra dan antarmoda angkutan kota, sehingga keberadaan stasiun harus didukung dengan akses angkutan jalan raya menuju kereta api.
“Nah pada Stasiun Ciomas ini yang jadi masalah adalah simpulnya ada, tapi tidak ada akses jalan. Sehingga bagaimana akses ini dibuka, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki,” ujarnya.
Editor : Aditya Nugraha
Sumber : Diskominfo Kota Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















