
Menurut sumber kesehatan Sleep and Cognition, kondisi tersebut bisa membuat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal.
- Berpotensi Menyebabkan Kenaikan Berat Badan
Meski tidak secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan, kebiasaan tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko penumpukan kalori jika dilakukan secara terus-menerus.
Hal ini karena tubuh langsung beristirahat tanpa aktivitas sehingga energi dari makanan tidak banyak digunakan dan lebih mudah disimpan sebagai lemak.
- Mempengaruhi Kadar Gula Darah
Setelah makan, kadar gula darah akan meningkat dan tubuh memproduksi insulin untuk mengolahnya. Jika seseorang langsung tidur, proses metabolisme bisa berjalan lebih lambat sehingga lonjakan gula darah menjadi lebih tinggi.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi sensitivitas insulin dan meningkatkan risiko gangguan metabolisme.
Sebaiknya Beri Jeda Sebelum Tidur
Para ahli kesehatan menyarankan untuk memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara makan dan tidur. Waktu tersebut membantu tubuh memulai proses pencernaan secara lebih optimal.
Namun karena waktu sahur biasanya terbatas, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampaknya, seperti makan dengan porsi sedang, menghindari makanan terlalu berlemak atau pedas, serta melakukan aktivitas ringan setelah sahur.
Dengan kebiasaan tersebut, tubuh dapat mencerna makanan dengan lebih baik sebelum kembali beristirahat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















