Bahaya Makan Berlebihan Saat Berbuka Puasa, Bisa Picu Gangguan Pencernaan hingga Lonjakan Gula Darah

Makan
Ilustrasi Kekenyangan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Kebiasaan menyantap makanan dalam jumlah besar saat berbuka puasa masih sering dilakukan banyak orang. Setelah seharian menahan lapar dan haus selama bulan Ramadan, sebagian orang cenderung ingin “membalas” rasa lapar dengan makan secara berlebihan.

Padahal, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat berdampak kurang baik bagi tubuh.

Selama berpuasa, tubuh mengalami perubahan dalam cara mendapatkan energi. Ketika cadangan karbohidrat mulai habis, tubuh akan memanfaatkan lemak dan protein sebagai sumber energi alternatif. Pada saat yang sama, aktivitas sistem pencernaan juga menurun karena tidak ada makanan yang masuk selama beberapa jam.

Akibatnya, ketika seseorang langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka, sistem pencernaan yang sebelumnya beristirahat bisa mengalami tekanan mendadak. Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan seperti perut kembung, mual, kram perut, hingga diare.

Risiko lonjakan gula darah

Selain mengganggu pencernaan, makan terlalu banyak dalam waktu singkat juga dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Nutri, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap karbohidrat dan gula setelah berpuasa.

BACA JUGA :  Hari Raya Waisak: Makna, Sejarah, dan Tradisi Umat Buddha

Jika makanan manis atau tinggi karbohidrat dikonsumsi dalam jumlah besar sekaligus, kadar gula darah dapat meningkat dengan cepat. Setelah itu, tubuh akan melepaskan hormon insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula tersebut.

Proses ini sering kali menyebabkan gula darah turun kembali secara drastis setelah makan. Akibatnya, seseorang bisa merasa lemas, mengantuk, atau kembali lapar dalam waktu singkat.

Bisa memicu kenaikan berat badan

Profesor gizi kesehatan masyarakat dari Obafemi Awolowo University, Beatrice Ogunba, menjelaskan bahwa makan berlebihan saat berbuka merupakan kesalahan yang cukup umum dilakukan saat menjalani puasa.

Menurutnya, mengonsumsi makanan secara berlebihan untuk mengganti semua makanan yang terlewat selama puasa dapat menyebabkan asupan kalori yang terlalu tinggi. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini berpotensi memicu kenaikan berat badan.

Ia menekankan bahwa tubuh sebenarnya tidak membutuhkan makanan dalam jumlah besar sekaligus setelah berpuasa. Yang lebih penting adalah memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang seimbang agar energi dapat pulih secara optimal.

BACA JUGA :  Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Waspadai yang Berbahaya

Pilih makanan yang tepat

Selain mengatur porsi makan, jenis makanan yang dikonsumsi saat berbuka juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Makanan dengan kandungan gula tinggi dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang tajam.

Di sisi lain, makanan yang terlalu asam atau pedas sebaiknya tidak langsung dikonsumsi ketika perut masih kosong. Jenis makanan tersebut berpotensi mengiritasi lambung dan menimbulkan keluhan seperti nyeri ulu hati atau refluks asam lambung.

Asupan cairan juga tidak kalah penting selama menjalani puasa. Kurangnya konsumsi air sejak waktu berbuka hingga sahur dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Para ahli menyarankan agar proses berbuka dilakukan secara bertahap. Awali dengan makanan ringan yang mudah dicerna, seperti buah atau makanan berkuah. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan makanan utama dalam porsi yang cukup dan seimbang.

Dengan pola makan yang lebih terkontrol, manfaat puasa bagi kesehatan dapat dirasakan secara maksimal tanpa harus menghadapi risiko gangguan kesehatan akibat kebiasaan makan berlebihan saat berbuka.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================