
Ia menambahkan bahwa sistem pembinaan di GBA memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan banyak klub bulu tangkis lain di Indonesia. Akademi tersebut berupaya membina atlet sejak tahap awal dengan berbagai skema, termasuk program beasiswa maupun subsidi biaya latihan.
Marcus mencontohkan perkembangan Joven yang bergabung dari Bangka dan menjalani pembinaan selama dua tahun hingga akhirnya mampu menembus pelatnas. Ia menegaskan bahwa GBA tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan finansial.
Selain Joven, Joseph Marcellino Kyta juga berhasil lolos ke Pelatnas tahun ini. Berbeda dengan rekannya, Marcell sejak awal mengikuti program beasiswa GBA sehingga tidak dikenakan biaya latihan. Ia sudah bergabung dengan akademi tersebut sejak usia 10 tahun.
Prestasi pasangan Joven dan Marcell semakin menegaskan kontribusi GBA dalam pembinaan bulu tangkis nasional. Dalam dua tahun terakhir, akademi ini telah melahirkan beberapa atlet yang berhasil masuk pelatnas. Sebelumnya, pasangan ganda campuran Muhammad Nawaf Khoiriyansyah dan Luna Rianty Saffana juga berhasil menembus pelatnas setelah mencatat prestasi pada Kejuaraan Nasional PBSI 2024 serta turnamen Sirnas Premier.
Akademi yang berdiri pada 2022 tersebut terus menunjukkan perkembangan positif dalam waktu relatif singkat. Marcus yang juga dikenal sebagai juara All England 2017 dan All England 2018 mengaku bangga melihat kontribusi GBA bagi regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia.
Ke depan, ia berharap semakin banyak atlet dari GBA yang mampu menembus pelatnas setiap tahunnya sehingga akademi ini dapat terus berkontribusi bagi perkembangan bulu tangkis nasional.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















