
BOGORTODAY.COM – Memiliki ilmu pengetahuan merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan manusia. Dengan ilmu, seseorang tidak hanya mampu memahami berbagai persoalan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain di sekitarnya.
Dalam kitab Nashaihul Ibad karya ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi al-Bantani, disebutkan bahwa orang berilmu tidak akan merasa asing di mana pun ia berada. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki pengetahuan justru akan kesulitan menemukan tempat yang membuatnya merasa nyaman.
Menurut Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, orang yang memiliki ilmu akan selalu dihormati oleh masyarakat karena keberadaannya dibutuhkan.
Ia menegaskan bahwa ilmu, terutama ilmu agama, membuat seseorang dihargai di berbagai tempat. Hal ini karena ilmu dapat menjadi panduan yang membantu orang lain memahami jalan yang benar.
Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa orang yang berilmu biasanya tidak akan merasa terasing meskipun berada di tempat yang jauh dari kampung halamannya. Ilmu yang dimiliki membuatnya tetap dihargai oleh masyarakat sekitar, apalagi jika pengetahuan tersebut diamalkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, ia menyinggung para ulama yang sering kali mendapatkan penghormatan di berbagai negara. Banyak tokoh agama yang datang ke Indonesia dan memperoleh tempat terhormat karena ilmu yang mereka miliki. Begitu pula ulama Indonesia yang berada di luar negeri, termasuk di Makkah, tetap dihargai oleh masyarakat setempat.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah Syekh Nawawi al-Bantani yang dikenal luas sebagai ulama besar dari Nusantara. Meski tinggal dan mengajar di Tanah Suci, beliau tetap mendapatkan penghormatan tinggi dari para ulama dan masyarakat di sana.
Namun demikian, Ma’ruf Amin juga mengingatkan bahwa memiliki ilmu saja tidak cukup. Ilmu harus digunakan dengan cara yang benar dan tidak disalahgunakan untuk tujuan yang merugikan orang lain, seperti menipu atau membohongi.
Selain ilmu, manusia juga perlu memiliki akal yang jernih atau bersih. Dalam pandangan Syekh Nawawi al-Bantani, hal ini disebut sebagai shafiyah, yaitu kondisi akal yang bersih sehingga mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Ilmu yang benar, menurut Ma’ruf, adalah ilmu yang benar-benar meresap ke dalam hati dan mampu membentuk perilaku seseorang menjadi lebih baik. Ilmu semacam ini akan menumbuhkan rasa takut kepada Allah SWT sehingga seseorang terdorong untuk menjauhi perbuatan maksiat.
Di akhir ceramahnya, Ma’ruf Amin mengajak umat Islam untuk terus menambah ilmu pengetahuan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga membawa kebaikan bagi masyarakat serta mendekatkan diri kepada Allah.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















