Perang Iran Picu Krisis Komunikasi dan Korban Sipil, Warga Teheran Hidup dalam Ketakutan

Iran
Perang Iran Picu Krisis Komunikasi dan Korban Sipil, Warga Teheran Hidup dalam Ketakutan. (Foto: Deutsche Welle)

BOGORTODAY.COM – Situasi di Iran semakin mencekam sejak pecahnya konflik setelah serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di negara tersebut pada 28 Februari lalu. Sejak saat itu, banyak warga di dalam negeri sulit dihubungi karena jaringan komunikasi hampir sepenuhnya terputus.

Data dari lembaga pemantau internet NetBlocks menunjukkan bahwa tingkat konektivitas internet di Iran turun drastis hingga hanya sekitar satu persen dari kondisi normal sejak akhir Februari. Akibatnya, komunikasi melalui telepon maupun internet menjadi sangat terbatas.

Sebagian kecil warga masih bisa berkomunikasi melalui beberapa aplikasi pesan seperti Imo, Telegram, dan WhatsApp, meski aksesnya tidak selalu stabil. Sementara penggunaan Instagram bahkan semakin jarang karena keterbatasan jaringan.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Warga meninggalkan Teheran

Di tengah situasi yang tidak menentu, sebagian warga memilih meninggalkan ibu kota Teheran demi keselamatan. Seorang ibu tunggal yang meminta identitasnya dirahasiakan menceritakan bahwa ia memutuskan pergi dari kota setelah sebuah bangunan di dekat rumahnya dibombardir.

Perempuan berusia 42 tahun yang bekerja sebagai fotografer itu awalnya berencana tetap tinggal di rumah bersama anaknya. Ia berharap serangan yang terjadi hanya menargetkan pejabat tertentu dan tidak berdampak luas pada warga sipil.

Namun pada malam ketiga sejak konflik dimulai, situasi menjadi semakin berbahaya. Ia akhirnya meninggalkan kota dan menuju rumah kerabat di wilayah pinggiran.

BACA JUGA :  Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Aktivitas Penerbangan Sempat Lumpuh

Menurut pengakuannya, beberapa roket sempat jatuh tidak jauh dari tempat tinggalnya. Kini ia mengaku lebih tenang setelah berhasil keluar dari ibu kota.

Kekhawatiran “hujan beracun”

Selain ancaman serangan militer, warga Teheran juga dihantui risiko bahaya lingkungan. Serangan Israel terhadap sejumlah depot minyak di sekitar kota memicu kebakaran besar yang menghasilkan asap hitam tebal dan beracun.

Otoritas lingkungan Iran bahkan meminta masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah guna menghindari paparan polusi berbahaya. Organisasi kemanusiaan Iranian Red Crescent Society juga memperingatkan bahwa kandungan bahan kimia dalam gerimis berpotensi membahayakan kesehatan, terutama kulit dan paru-paru.

Korban sipil terus bertambah

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================