
“Bilamana terjadi kasus, harus langsung diadukan ke kepolisian karena ini menyangkut keamanan makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satu temuan yang masih ada di Kota Bogor adalah mi yang mengandung boraks, meski jumlahnya sangat minim,” jelasnya.
Terkait stabilitas harga, Yahya menyebutkan bahwa hingga saat ini harga bahan pokok di Pasar Jambu Dua masih stabil. Namun, ia mengingatkan potensi kenaikan harga sebesar 5 persen hingga 10 persen yang biasanya terjadi mendekati hari raya.
Peran Satgas Keamanan Pangan Kota Bogor
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa predikat Kota Aman Pangan yang disandang tidak lepas dari peran aktif Satgas Keamanan Pangan. Satgas ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kepolisian, BPOM, BPJS Kesehatan, hingga Kementerian Kesehatan sebagai pemantau.
Dedie mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam melakukan pengecekan mandiri terhadap produk pangan yang dibeli.
“Selama timnya solid dan masyarakat mau melakukan pengecekan awal—seperti memperhatikan bau atau warna yang mencurigakan (zat pewarna tekstil)—risiko bisa diminimalisir. Jika ada kecurigaan terkait bahan pengawet, segera laporkan kepada Satgas atau kami teruskan ke BPOM,” pungkas Dedie.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, BPOM Kota Bogor menyatakan proses pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung, namun sejauh ini kondisi pangan di Kota Bogor relatif aman terkendali.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















