BOGORTODAY.COM – Penyakit ginjal kini bukan lagi masalah kesehatan yang hanya identik dengan lansia. Tren medis terbaru menunjukkan pergeseran mengkhawatirkan: kelompok usia muda kini menjadi target rentan peradangan ginjal yang berujung pada kegagalan fungsi organ permanen.
Musuh yang Tidak Bersuara
Ketua Umum PB PERNEFRI, Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, menekankan bahwa tantangan terbesar dari peradangan ginjal adalah sifatnya yang silent atau tanpa gejala di fase awal. Banyak anak muda tidak menyadari ginjal mereka bermasalah karena tubuh merasa sehat-sehat saja.
“Banyak kasus gagal ginjal di usia muda dipicu oleh peradangan yang tidak terdeteksi. Satu-satunya cara memastikannya adalah melalui tes urine, karena fisik sering kali tidak menunjukkan tanda apa pun,” ujar dr. Pringgodigdo dalam keterangannya di Jakarta Pusat (11/3/2026).
“Alarm Merah” pada Urine Anda
Meski minim gejala fisik seperti nyeri, tubuh sebenarnya memberikan sinyal melalui sisa pembuangan. Ada dua kondisi urine yang harus segera dikonsultasikan ke dokter:
- Urine Berbusa: Ini adalah indikator kuat adanya kebocoran protein (albumin) dalam kadar tinggi. Ginjal yang sehat seharusnya menyaring protein agar tetap berada di dalam darah, bukan dibuang melalui urine.
- Urine Berwarna Kemerahan: Warna keruh atau kemerahan menandakan adanya sel darah merah (eritrosit). Hal ini bisa menjadi tanda peradangan langsung pada jaringan ginjal atau gangguan pada saluran kemih.
Gaya Hidup Modern: Pemicu Kerusakan Ginjal
Selain faktor peradangan, dr. Pringgodigdo menyoroti tiga pola hidup yang mempercepat kerusakan ginjal pada generasi muda:
- Konsumsi Gula Berlebih: Tren minuman manis kekinian memicu obesitas dan diabetes, yang merupakan “pintu masuk” utama menuju penyakit ginjal kronis.
- Tinggi Garam & Makanan Instan: Diet tinggi natrium memicu hipertensi. Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama akan merusak pembuluh darah halus di dalam ginjal.
- Kurang Gerak (Sedentari): Kebiasaan mengandalkan kendaraan untuk jarak dekat mengurangi pembakaran kalori. Padahal, aktivitas fisik sederhana seperti jalan kaki sangat krusial untuk menjaga metabolisme tubuh.
Langkah Preventif
Sebagai tindakan pencegahan, masyarakat sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan urine minimal satu tahun sekali. Langkah sederhana ini jauh lebih murah dan efektif dibandingkan harus menjalani prosedur cuci darah jika kerusakan sudah mencapai tahap lanjut.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















