Ketegangan Timur Tengah Menekan Pariwisata Dubai, Kota Mewah Kini Sepi Wisatawan

Saat ini masih bisa ditolerir, tapi jika konflik berlanjut 10–20 hari lagi, efeknya akan sangat luas, menyasar pariwisata, penerbangan, bisnis ekspatriat, dan sektor minyak,” kata Khaled Almezaini, profesor di Universitas Zayed.

Lebih dari 90 persen penduduk Dubai adalah ekspatriat, sehingga eksodus wisatawan dan pekerja asing bisa menjadi pukulan berat bagi ekonomi kota. Sektor pariwisata sendiri menyumbang sekitar 30 miliar dolar AS per tahun bagi UEA.

BACA JUGA :  Tragedi Camping di Temanggung Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Penggunaan Kompor Portabel

Selain itu, kondisi sosial juga terdampak, seperti meningkatnya jumlah hewan peliharaan yang ditinggalkan di penampungan akibat pemilik meninggalkan kota.

Upaya Pemerintah Mengatasi Dampak Konflik

Pemerintah UEA berupaya menjaga citra Dubai tetap aman di mata dunia dengan membatasi penyebaran informasi yang dapat memicu kepanikan. Kepolisian diperintahkan menindak influencer yang membagikan konten konflik.

BACA JUGA :  Pengemudi Microsleep, Toyota Fortuner Terguling di KM 30 Jagorawi

Sementara itu, pihak berwenang berusaha menenangkan publik dengan penjelasan bahwa ledakan besar yang terdengar merupakan bagian dari sistem pertahanan udara yang melindungi wilayah.

Langkah-langkah ini diambil untuk menjaga reputasi Dubai sebagai kota aman dan menarik bagi wisatawan internasional, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi tantangan besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================