Antisipasi Dampak Geopolitik, DKP Bogor Dorong Pembangunan 73 Lumbung Padi Tradisional

lumbung padi tradisional
Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya. Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

BOGORTODAY.COM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor mendorong masyarakat untuk membangun leuit atau lumbung padi tradisional sebagai langkah antisipasi dampak ketidakstabilan geopolitik global yang tengah berlangsung.

Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan bahwa keberadaan lumbung padi di tingkat desa menjadi penting untuk menjaga cadangan pangan lokal di tengah ketidakpastian situasi global.

“Masyarakat harus punya lumbung. Kita sedang canangkan lumbung-lumbung itu melalui leuit, agar di setiap desa membuat lumbung,” kata Teuku, Sabtu (14/3/2026).

BACA JUGA :  Peringati HJB 544, Pengcab IMI Kabupaten Bogor Ajak Ratusan Peserta Telusuri Jejak Ipik Gandamana

Hingga saat ini, DKP Kabupaten Bogor telah menyiapkan 73 titik lumbung padi tradisional yang tersebar di sejumlah wilayah. Pembangunan lumbung tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat komunitas.

Selain program lumbung, DKP juga tengah menggiatkan program tanam pekarangan. Program ini bertujuan agar masyarakat memiliki cadangan bahan pokok yang dapat dimanfaatkan secara mandiri apabila terjadi gangguan pada pasokan pangan.

BACA JUGA :  Waspadai Tanda-Tanda Korsleting Listrik di Rumah, Kenali Gejalanya Sebelum Terjadi Kebakaran

“Di samping itu, kita juga giat mendorong tanam pekarangan, supaya jika terjadi problem pasokan, kita bisa mengonsumsi dari sekitar kita,” ujar Teuku.

Teuku memastikan bahwa meski berbagai langkah antisipasi tengah disiapkan, kondisi stok bahan pangan di Kabupaten Bogor saat ini masih dalam keadaan aman.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================