Gunakan Strategi ‘Silent Project’, Pemkot Bogor Tuntaskan Pemindahan Pedagang Pasar Bogor

Pasar Bogor
Aktifitas para pedagang sedang merapikan stok buah di tengah proses pembongkaran bertahap bangunan Pasar Bogor. Foto: Aditya/Bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berhasil menuntaskan proses relokasi pedagang dari Pasar Bogor dan Plaza Bogor ke sejumlah lokasi baru. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari rencana penataan dan pembongkaran gedung pasar yang telah direncanakan oleh pemerintah daerah.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa keberhasilan pemindahan ratusan pedagang ini dilakukan tanpa adanya gesekan fisik di lapangan. Menurutnya, kunci utama dari proses ini adalah komunikasi yang intensif dan pendekatan yang humanis kepada para pedagang.

“Tapi kan kita tidak perlu ribut-ribut, tidak perlu apa namanya, konfrontasi. Kita tidak perlu misalnya usir-usir, tapi kita lakukan dialog ya, tertutup, silent, tapi kemudian alhamdulillah semuanya mau keluar dari Pasar Bogor dan Plaza Bogor,” ujar Dedie A. Rachim belum lama ini.

Dedie memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Perumda Pasar Pakuan Jaya, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinsepdagin), serta Satpol PP Kota Bogor. Ia mengibaratkan kerja keras jajarannya seperti pasukan kebersihan yang bekerja dalam senyap demi kenyamanan warga.

BACA JUGA :  Benarkah Harimau Takut pada Kucing? Ini Fakta Ilmiahnya

“Itu kan kalau boleh dibilang salah satu prestasi juga buat teman-teman baik di PD Pasar, di Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, kemudian juga di Satpol PP. Itu prestasi yang tidak perlu pujian barangkali ya. Kan seperti apa namanya, kalau kita perbandingkan nih, Kota Bogor kan uwayahan tidak ada sampah menumpuk berbulan-bulan kan. Dan tidak perlu apa namanya, pasukan kuning, biru, hijau itu dapat pujian. Mereka kerja dari jam 2 pagi, yang penting Bogor paginya sudah bersihkan gitu kan,” tambahnya.

Saat ini, para pedagang telah menempati beberapa lokasi relokasi, di antaranya Pasar Sukasari, Pasar Jumbrok, dan Pasar Jambu Dua.

Pemerintah Kota Bogor juga berencana membangun hanggar tambahan di Pasar Jumbrok serta melakukan modifikasi di lantai 2 Pasar Jambu Dua untuk komoditas daging dan barang kering guna memberikan kenyamanan lebih bagi pedagang dan pembeli.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Terkait keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di area luar pasar, Wali Kota menegaskan komitmen sterilisasi di sepanjang Jalan Pedati, Jalan Roda, hingga Lawang Saketeng. Ia mengingatkan para pedagang, yang mayoritas berasal dari luar Kota Bogor, untuk senantiasa menghormati aturan setempat.

“Ya namanya juga kadang-kadang kalau kita list ya, punten, yang jualan itu kan nggak ada yang KTP-nya Bogor. Ada yang dari Halmahera, ada yang dari Ambon, ada yang dari Padang, dari Majalengka, dari Garut, dari mana-mana. Tapi saya selalu ingatkan di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Makanya kita juga nggak mau friksi apalagi dalam kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja, ya kita juga tarik ulur tetapi kita punya konsep yang jelas supaya tuntas,” tegas Dedie.

Penataan menyeluruh ini ditargetkan akan semakin diperkuat setelah hari raya Lebaran untuk memastikan kawasan pusat kota tetap tertata dan kondusif.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================