Koper Ternyata Bisa Jadi Sarang Kuman, Ini Penjelasan dan Cara Mencegahnya

Koper
Ilustrasi Koper. (iStock)

BOGORTODAY.COM – Saat bepergian, hampir semua orang membawa koper untuk menyimpan pakaian dan berbagai kebutuhan selama perjalanan. Namun, banyak pelancong tidak menyadari bahwa benda yang selalu mereka bawa tersebut ternyata bisa menjadi tempat berkumpulnya berbagai kuman dan bakteri.

Kebiasaan yang sering terjadi adalah menaruh koper di atas kasur ketika sampai di hotel. Padahal, permukaan koper sebenarnya jauh lebih kotor daripada yang terlihat. Jika diletakkan di tempat yang bersentuhan langsung dengan tubuh seperti tempat tidur, kuman yang menempel pada koper berpotensi berpindah ke kulit atau barang pribadi.

Penelitian Temukan Banyak Bakteri di Koper

Sebuah studi yang dilakukan oleh Insure and Go menemukan bahwa koper dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya dan jamur. Menariknya, sekitar 38 persen wisatawan di dunia masih sering membuka atau membongkar koper mereka di atas kasur maupun meja.

Penelitian yang dikutip oleh Real Simple itu mengambil sampel dari sepuluh koper di stasiun kereta di London. Para peneliti mengusap berbagai bagian koper untuk mengetahui jumlah bakteri yang menempel.

BACA JUGA :  Uji Tanding ke Malaysia, Cabor Anggar Kota Bogor Siap Hadapi Negara-Negara Tangguh Asia

Hasilnya cukup mengejutkan. Bagian roda koper ternyata mengandung bakteri hampir 58 kali lebih banyak dibandingkan kursi toilet umum. Beberapa mikroorganisme yang ditemukan di antaranya adalah Escherichia coli (E. coli), Staphylococcus, serta jamur hitam.

Ahli mikrobiologi Amy-May Pointer menjelaskan bahwa roda koper menjadi bagian paling kotor karena selalu bersentuhan langsung dengan berbagai permukaan seperti trotoar, jalan, lantai bandara, hingga peron stasiun. Sayangnya, bagian tersebut jarang sekali dibersihkan oleh pemiliknya.

Selain roda, bagian bawah koper dan pegangan juga termasuk area yang kerap dipenuhi kuman karena sering disentuh tangan tetapi jarang dibersihkan.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa koper berbahan kain atau lunak lebih mudah menyerap dan menampung bakteri serta jamur dibandingkan koper dengan bahan keras.

Cara Mengurangi Kuman pada Koper

Agar tidak menjadi sumber penyebaran kuman, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan saat bepergian.

  1. Hindari membawa koper ke tempat yang kotor

Jika memungkinkan, jangan selalu membawa koper ke berbagai tempat, terutama area yang lembap dan kotor seperti toilet umum di bandara atau stasiun. Hal ini dapat mengurangi risiko koper bersentuhan dengan bakteri berbahaya seperti E. coli.

  1. Bersihkan koper secara rutin
BACA JUGA :  Studi Ungkap Gen Z dan Milenial Alami Penuaan Lebih Cepat, Risiko Kanker Usia Muda Meningkat

Setelah tiba di tujuan, biasakan membersihkan koper menggunakan tisu antibakteri, kain dengan sabun, atau cairan disinfektan. Bagian roda dan bagian bawah koper sebaiknya mendapat perhatian lebih karena paling sering menyentuh permukaan luar.

  1. Gunakan rak bagasi di kamar hotel

Sebagian besar kamar hotel menyediakan rak khusus untuk menyimpan koper. Tempat ini lebih aman dibandingkan kasur karena dirancang khusus untuk menaruh barang bawaan tanpa mencemari area lain.

  1. Selalu cuci tangan setelah memegang koper

Langkah sederhana namun sangat penting adalah mencuci tangan setelah menyentuh koper. Gunakan air mengalir dan sabun agar bakteri yang mungkin menempel di tangan dapat dibersihkan dengan baik.

Dengan kebiasaan yang lebih bersih dan hati-hati, risiko penyebaran kuman dari koper dapat diminimalkan. Hal ini penting agar perjalanan tetap nyaman sekaligus menjaga kesehatan selama dan setelah bepergian.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================