BOGORTODAY.COM – Wudhu merupakan salah satu syarat penting yang harus dipenuhi oleh umat Islam sebelum melaksanakan salat.
Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk penyucian diri dari hadas kecil agar salat yang dikerjakan menjadi sah dan diterima.
Secara bahasa, kata wudhu berasal dari istilah Arab al-wadha’ah yang memiliki makna kebaikan dan kebersihan.
Dalam buku Seri Fiqih Kehidupan karya Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa kata tersebut berkaitan dengan makna al-hasan yang berarti kebaikan serta an-nadzafah yang berarti kebersihan.
Dengan demikian, wudhu tidak hanya berkaitan dengan membersihkan anggota tubuh, tetapi juga mencerminkan kesucian diri sebelum beribadah.
Wudhu dalam Ajaran Islam
Kewajiban berwudhu telah dikenal sejak awal perkembangan Islam. Syariat ini sudah diajarkan sejak masa awal turunnya Islam di Makkah, bahkan sebelum peristiwa Isra Mi’raj yang menjadi momen diwajibkannya salat lima waktu.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Malaikat Jibril mengajarkan Nabi Muhammad tentang tata cara ibadah salat. Namun sebelum menunjukkan gerakan salat, Jibril terlebih dahulu mengajarkan bagaimana cara berwudhu yang benar.
Kewajiban wudhu memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam, baik dari Al-Qur’an, hadis Nabi, maupun kesepakatan para ulama. Salah satu dalil yang menjelaskan perintah wudhu terdapat dalam Surah Al-Ma’idah ayat 6.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Arab Latin:
Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka’bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā’a aḥadum minkum minal-gā’iṭi au lāmastumun-nisā’a falam tajidū mā’an fa tayammamū ṣa’īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj’ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na’matahū ‘alaikum la’allakum tasykurūn.
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku, serta usaplah kepalamu dan basuh kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub maka mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, atau tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan debu yang suci…”
Hadis tentang Pentingnya Wudhu
Selain Al-Qur’an, pentingnya wudhu juga dijelaskan dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Rasulullah SAW bersabda:
لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
Artinya:
“Salat seseorang tidak akan diterima apabila ia berhadas hingga ia berwudhu terlebih dahulu.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Hadis ini menunjukkan bahwa wudhu merupakan syarat utama sebelum seseorang melaksanakan salat.
Sebelum memulai wudhu, dianjurkan untuk membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin:
Nawaitul wudhuu’a liraf’il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya:
“Saya berniat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah Ta’ala.”
Doa Setelah Wudhu
Setelah selesai berwudhu, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai bentuk syukur dan harapan agar termasuk orang yang bersih dan bertaubat.
اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Arab Latin:
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allaahummaj‘alnii minat tawwaabiin waj‘alnii minal mutathahhiriin waj‘alnii min ‘ibaadikas shaalihiin.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang bersuci, dan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Dengan memahami makna, dalil, serta tata cara wudhu, umat Islam diharapkan dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik sebagai bentuk persiapan diri sebelum menghadap Allah SWT dalam salat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















