Tirta Pakuan Pastikan Pasokan Air Bersih Kota Bogor Aman Meski Dihantui Fenomena El Nino

Tirta Pakuan
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan. Foto: Aditya/bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tengah menyiapkan berbagai langkah mitigasi strategis untuk mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino terhadap pasokan air baku di Kota Bogor. Hal ini dilakukan guna memastikan ketersediaan air bersih bagi pelanggan tetap terjaga meski dalam kondisi cuaca ekstrem.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan risiko pada dua sumber air baku utama, yakni Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung. Menurutnya, Sungai Ciliwung menjadi titik yang paling diwaspadai karena debit airnya pernah mencapai batas ambang bawah yang diizinkan.

“Kalau kita belajar dari data, sumber air baku kita ada dua, yaitu Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung. Yang sangat berisiko itu Sungai Ciliwung. Kita pernah sampai di ujung batas bawah ambang yang diizinkan. Ini yang akan menjadi masalah,” ujar Rino di Training Center Tirta Pakuan, pada Senin (16/3/2026).

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

Optimalkan Infrastruktur dan Mitigasi Risiko

Untuk menjaga keberlanjutan pasokan, Perumda Tirta Pakuan mengoptimalkan peran bendung dengan sistem hold and release guna memelihara debit air selama masa El Nino. Di sisi lain, Rino mengungkapkan bahwa perbaikan infrastruktur di wilayah yang sebelumnya rawan kekeringan, seperti di Mulya Harja, telah membuahkan hasil positif.

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada jaringan air di sana. Kalau dulu kita harus mengirim air tangki melalui BPBD, sekarang sudah bisa kita buatkan instalasi pengolahan air sendiri,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, Rino juga memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengerukan sedimen pada aliran sungai guna menjaga kapasitas intake. Selain itu, kata dia, setiap manajer di unit produksi, transmisi, distribusi, hingga perawatan telah diinstruksikan untuk menyusun analisa mitigasi risiko dalam Key Performance Indicator (KPI) tahun 2026.

Perbarui RPAM Hadapi Pola Iklim Ekstrem

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Dalam operasionalnya, Perumda Tirta Pakuan telah menerapkan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dari hulu hingga hilir. Namun, Rino menekankan pentingnya pembaruan berkala pada dokumen RPAM tersebut agar mampu beradaptasi dengan pola-pola iklim ekstrem yang mungkin terjadi.

“RPAM ini harus kita update supaya kita bisa memasukkan hal-hal yang berlaku seperti pola-pola 100 tahunan. Insyaallah, untuk dua sungai ini kita tidak mengalami kesulitan yang berarti. Sungai Ciliwung, walaupun sampai batas bawah, masih aman untuk kita ambil sekitar 600 liter per detik,” jelasnya.

Dirut Rino memastikan bahwa pengambilan air di intake tetap akan dijaga pada kapasitas aman, yaitu 600 liter per detik, untuk kemudian diolah menjadi air bersih bagi masyarakat Kota Bogor. “Langkah mitigasi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada pelanggan di tengah ancaman fenomena El Nino di masa depan,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================