
Keduanya harus terpasang dengan sangat presisi dan sesuai instruksi pabrikan. Jika sambungan longgar atau tidak sesuai dengan spesifikasi boks, muatan berisiko bergeser bahkan terlepas saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
- Mengabaikan Faktor Aerodinamika dan Dimensi
Bentuk roof box sangat memengaruhi hambatan angin (drag). Pilihlah desain yang aerodinamis agar konsumsi bahan bakar tidak boros akibat hambatan angin yang besar.
Selain itu, perhatikan ukurannya; dimensi roof box idealnya tidak melebihi setengah dari panjang total atap mobil. Boks yang terlalu besar akan merusak titik keseimbangan (pusat gravitasi) kendaraan.
- Salah Memilih Material Penyangga (Rack)
Dilema antara kekuatan dan berat sering terjadi saat memilih roof rack. Material baja memang sangat kokoh, namun bobotnya yang berat justru bisa membebani atap sebelum muatan dimasukkan.
Untuk mobil penumpang biasa, material aluminium sering kali lebih disarankan karena ringan namun tetap kuat, sehingga tidak merusak struktur atap mobil.
- Melebihi Kapasitas Beban Maksimal
Roof box bukanlah izin untuk membawa barang sebanyak mungkin. Setiap kendaraan memiliki batas beban maksimal ( load capacity) yang diizinkan pada bagian atap.
Membawa muatan berlebih di bagian atas akan membuat mobil limbung saat berbelok dan sulit dikendalikan ( oversteer/understeer), yang meningkatkan risiko mobil terguling.
Selalu letakkan barang yang paling berat di bagian tengah bawah boks untuk menjaga keseimbangan, dan pastikan semua barang di dalamnya terikat dengan kencang agar tidak terguncang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















