
Masalah Sistemik dan Kelayakan Operasional
Selain insiden kebakaran, penarikan USS Gerald R. Ford mengungkap tabir persoalan yang lebih mendalam terkait kesiapan tempurnya. Kantor pengujian Pentagon merilis penilaian terbaru yang menyoroti beberapa keraguan atas sistem vital kapal, di antaranya:
- Keandalan Sistem Peluncuran: Keraguan pada efektivitas sistem peluncuran dan pendaratan jet tempur generasi terbaru.
- Radar dan Logistik Senjata: Masalah pada fungsi radar serta lift pengangkut amunisi dari ruang kargo ke dek penerbangan.
- Ketahanan Tempur: Minimnya data pengujian yang membuktikan apakah kapal ini mampu tetap beroperasi secara optimal jika terkena hantaman langsung dari musuh dalam kondisi perang yang realistis.
Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun kapal telah diserahkan hampir satu dekade lalu, data mengenai “efektivitas operasional” dalam skenario pertempuran berkelanjutan masih dianggap belum mencukupi.
Tekanan Operasional yang Berlebihan
USS Gerald R. Ford telah menjalani masa penugasan yang melampaui batas normal. Sejak dikerahkan pada Juni 2025, kapal ini telah berada di laut selama kurang lebih sembilan bulan—dua bulan lebih lama dari standar pengerahan biasanya yang hanya tujuh bulan.
Sebelum ditarik ke Yunani, kapal induk ini memiliki cakupan operasi yang sangat luas, mulai dari misi di wilayah Karibia (terkait eskalasi di Venezuela) hingga penguatan armada AS di Laut Merah dan Timur Tengah bersama USS Abraham Lincoln dalam upaya membendung pengaruh militer Iran.
Langkah Selanjutnya
Kehadiran USS Gerald R. Ford di Yunani menandai fase krusial bagi Departemen Pertahanan AS untuk mengevaluasi apakah kapal induk kelas terbaru ini benar-benar siap menghadapi konflik berskala besar atau masih membutuhkan perombakan sistematis pada teknologi intinya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















