Waspada Fenomena ‘Godzilla’ El Nino 2026: Ancaman Kekeringan Ekstrem di Indonesia

GODZILLA
Waspada Fenomena 'Godzilla' El Nino 2026: Ancaman Kekeringan Ekstrem di Indonesia. (Foto: BMKG)

BOGORTODAY.COM – Indonesia bersiap menghadapi tantangan iklim serius dalam beberapa bulan ke depan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi akan munculnya fenomena ‘GodzillaEl Nino yang diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) Positif.

Kombinasi dua fenomena raksasa ini diprediksi akan membuat musim kemarau di tanah air jauh lebih gersang dan berkepanjangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah “Godzilla” dalam konteks iklim ini?

BACA JUGA :  BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Kapan Suku Bunga KPR Ikut Menyesuaikan?

Mengenal ‘GodzillaEl Nino

Istilah ‘GodzillaEl Nino digunakan oleh para ahli meteorologi untuk menggambarkan variasi El Nino dengan intensitas yang sangat kuat (strong to super). Fenomena ini terjadi akibat lonjakan suhu permukaan laut yang ekstrem di wilayah Samudra Pasifik ekuator.

Akibatnya, massa udara yang membawa potensi hujan justru terkonsentrasi di atas Samudra Pasifik. Sementara itu, wilayah Indonesia “ditinggalkan” dalam kondisi minim awan, yang memicu cuaca panas menyengat dan kelangkaan curah hujan.

BACA JUGA :  Mengenal Lighthouse Parenting, Pola Asuh yang Membantu Anak Mandiri Tanpa Kehilangan Arah

Dampak Ganda: El Nino dan IOD Positif

Situasi tahun 2026 ini menjadi lebih kompleks karena kemunculan El Nino dibarengi dengan IOD Positif di Samudra Hindia. Fenomena IOD Positif ditandai dengan mendinginnya suhu permukaan laut di sekitar Jawa dan Sumatra, yang semakin menghambat pembentukan awan hujan di wilayah barat Indonesia.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================