BOGORTODAY.COM – Indonesia bersiap menghadapi tantangan iklim serius dalam beberapa bulan ke depan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi akan munculnya fenomena ‘Godzilla‘ El Nino yang diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) Positif.
Kombinasi dua fenomena raksasa ini diprediksi akan membuat musim kemarau di tanah air jauh lebih gersang dan berkepanjangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah “Godzilla” dalam konteks iklim ini?
Istilah ‘Godzilla’ El Nino digunakan oleh para ahli meteorologi untuk menggambarkan variasi El Nino dengan intensitas yang sangat kuat (strong to super). Fenomena ini terjadi akibat lonjakan suhu permukaan laut yang ekstrem di wilayah Samudra Pasifik ekuator.
Akibatnya, massa udara yang membawa potensi hujan justru terkonsentrasi di atas Samudra Pasifik. Sementara itu, wilayah Indonesia “ditinggalkan” dalam kondisi minim awan, yang memicu cuaca panas menyengat dan kelangkaan curah hujan.
Dampak Ganda: El Nino dan IOD Positif
Situasi tahun 2026 ini menjadi lebih kompleks karena kemunculan El Nino dibarengi dengan IOD Positif di Samudra Hindia. Fenomena IOD Positif ditandai dengan mendinginnya suhu permukaan laut di sekitar Jawa dan Sumatra, yang semakin menghambat pembentukan awan hujan di wilayah barat Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















