Waspada Fenomena ‘Godzilla’ El Nino 2026: Ancaman Kekeringan Ekstrem di Indonesia

Berdasarkan pemodelan BRIN, periode kritis ini diperkirakan berlangsung mulai April hingga Oktober 2026.

Pemetaan Dampak di Berbagai Wilayah

Dampak dari kombinasi fenomena ini diprediksi tidak akan merata di seluruh nusantara:

  • Jawa hingga NTT: Wilayah selatan Indonesia, terutama sepanjang jalur Pantura Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, akan mengalami kekeringan yang sangat kering. Hal ini menjadi ancaman serius bagi lumbung padi nasional.
  • Sumatra dan Kalimantan: Meski di bagian utara masih berpotensi hujan, wilayah lainnya tetap harus mewaspadai risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
  • Sulawesi, Maluku, dan Halmahera: Berbanding terbalik dengan wilayah selatan, daerah timur laut Indonesia ini justru diprediksi tetap memiliki curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor.
BACA JUGA :  Tips Aman Traveling Saat Hamil, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Calon Ibu

Langkah Mitigasi dan Strategi Pemerintah

Periset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menekankan pentingnya langkah antisipasi dari pemerintah. Fokus utama mitigasi meliputi:

  1. Ketahanan Pangan: Melindungi sentra produksi gabah di Jawa agar tidak gagal panen akibat kekeringan.
  2. Pencegahan Karhutla: Penyiapan satuan tugas untuk memantau titik panas di wilayah rentan.
  3. Peluang Industri: Memanfaatkan kemarau panjang untuk menggenjot produksi garam nasional di wilayah selatan agar target swasembada tercapai.
  4. Manajemen Bencana Timur: Menyiapkan strategi penanganan banjir untuk wilayah yang justru mengalami surplus hujan.
BACA JUGA :  Hukum Makan dan Minum Menggunakan Wadah Emas dalam Islam, Haram atau Makruh?

Belajar dari Sejarah

Fenomena serupa pernah melanda dunia pada periode 2015-2016. Saat itu, “GodzillaEl Nino memicu berbagai bencana alam global akibat suhu Pasifik yang tidak lazim.

Tahun ini, lembaga meteorologi Eropa (ECMWF) mencatat adanya probabilitas sebesar 80% untuk terjadinya El Nino kategori kuat, dan 22% untuk kategori “super”.

Masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air dan tetap memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi guna menghadapi musim kemarau ekstrem ini.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================