
BOGORTODAY.COM – Beredarnya video warga menyulut kembang api ke arah warung penjual obat golongan G di Jakarta menjadi alarm keras bagi Karang Taruna (Katar) Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fenomena main hakim sendiri itu dinilai sebagai cerminan nyata kejenuhan publik akibat peredaran obat terlarang yang kian tak terkendali dan menyasar kalangan remaja.
Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Bogor, Andika Aditisna, menyebut kejadian tersebut bukan sekadar tindakan impulsif warga, melainkan sinyal bahwa kesabaran masyarakat telah sampai pada batasnya.
“Ini menjadi tanda bahwa masyarakat sudah jenuh. Apalagi ada informasi bahwa praktik ini diduga mendapat dukungan dari oknum tertentu. Hal ini tentu sangat mengerikan,” kata Andika, Kamis (26/3/2026).
Andika menilai, maraknya peredaran obat golongan G bukan lagi persoalan yang tersembunyi. Kemudahan akses pembelian, bahkan oleh generasi muda, mencuatkan dugaan adanya pembiaran oleh pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab.
“Peredaran obat golongan G ini sudah sangat marak dan mudah diakses oleh generasi muda. Bahkan terkesan ada pembiaran karena informasinya sudah diketahui secara luas,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi, dampak konsumsi obat tersebut tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga melemahkan daya pikir penggunanya. Bila dibiarkan, ancaman itu berpotensi menghancurkan masa depan satu generasi secara sistemik.
“Jangan sampai kemudahan akses ini menjadi bagian dari upaya merusak generasi muda kita. Karena merusak generasi sama saja dengan merusak masa depan bangsa,” tegasnya.
Andika mendesak aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam menertibkan peredaran obat terlarang tersebut, sebelum aksi-aksi main hakim sendiri semakin meluas dan memicu persoalan baru di tengah masyarakat.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















