Pubertas Dini pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus Waspada

Pubertas
Pubertas Dini pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus Waspada. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Perubahan fisik pada anak seperti tubuh yang tiba-tiba lebih cepat tinggi, munculnya bau badan seperti orang dewasa, atau perubahan bentuk tubuh dan suara sering membuat orang tua bertanya-tanya.

Sebagian menganggapnya sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang normal. Namun, dalam kondisi tertentu, tanda-tanda tersebut bisa mengarah pada pubertas dini atau precocious puberty.

Apa Itu Pubertas Dini?

Pubertas dini adalah kondisi ketika tanda-tanda kematangan seksual muncul lebih awal dari usia yang seharusnya. Umumnya, kondisi ini terjadi pada anak perempuan sebelum usia 8 tahun dan pada anak laki-laki sebelum usia 9 tahun.

BACA JUGA :  Penyakit Jantung Kini Tak Lagi Identik dengan Usia Tua, Kasus pada Usia Muda Semakin Meningkat

Menurut penjelasan dari Cleveland Clinic, pubertas merupakan fase alami ketika tubuh anak berkembang menuju kedewasaan akibat perubahan hormon reproduksi. Pada pubertas dini, proses ini terjadi lebih cepat karena sistem hormon di dalam tubuh aktif lebih awal dari biasanya.

Apa yang Menyebabkan Pubertas Terjadi Lebih Cepat?

Pemicu pubertas dini cukup beragam. Dalam banyak kasus, terutama pada anak perempuan, penyebab pastinya tidak selalu dapat diketahui secara jelas. Namun, beberapa faktor berikut diduga memiliki keterkaitan:

Gangguan pada sistem saraf pusat, kelainan bawaan, hingga faktor genetik dapat memengaruhi aktivasi hormon reproduksi. Selain itu, masalah pada organ penghasil hormon seperti ovarium, testis, atau kelenjar adrenal juga dapat berperan.

BACA JUGA :  Kabar Baik untuk Kesehatan Anak: Bakteri Usus Ternyata Mampu Tangkal Risiko Asma dan Alergi

Faktor gaya hidup modern juga mulai diperhatikan. Kondisi seperti obesitas pada anak serta paparan zat tertentu dari lingkungan diduga dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh sehingga pubertas terjadi lebih cepat.

Sejumlah penelitian yang dirangkum dalam publikasi National Institutes of Health juga mengaitkan pubertas dini dengan beberapa faktor lain, seperti indeks massa tubuh (BMI), riwayat menstruasi ibu, durasi pemberian ASI, serta perubahan hormon tertentu dalam tubuh.

Dampaknya Tidak Hanya Fisik

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================